Antispasi Gangguan Listrik Selama UNBK, PLN Pasang Genset

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Guna mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Atambua memasang genset.

Manajer Pusat Listrik Atambua Paulus Berek yang dihubungi NTTOnlinenow.com, Senin (3/4/2017) membenarkan bahwa, kesiapan PLN dalam mendukung pelaksanaan program ujian tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat lalu dengan memasang genset di empat sekolah yang melaksanakan UNBK.

Jelas Berek, keempat sekolah yang dipasang genset diantaranya, SMAN 1 Atambua, SMKN 1 Atambua, SMAK Suria Atambua dan STM Katolik Nenuk. Pemasangan genset pada empat sekolah tersebut sebagai penyuplay utama server guna membackup server serta computer yang digunakan sekolah yang ditunjuk.

Baca : Pasokan Listrik Aman, UNBK SMA/SMK Berjalan Lancar

“Kami pasang genset itu untuk backup server dan computer yang dipakai anak selama ujian berlangsung,” ujar dia.

Dikatakan, pada hari Sabtu tanggal 1 April pihak PLN bersama empat sekolah pelaksanaan USBN telah melakukan simulasi penyuplyan listrik ke sekolah tersebut dengan baik dan aman. Dia menjamin pasokan listrik selama UNBK di empat sekolah aman.

“Dalam pantauan kami hari pertama di empat sekolah itu, pelaksanaan UNBK dimasing-masing sekolah berjalan aman dan lancar, dan kita harap sampai hari terkahir ujian listriknya tidak ada gangguan,” ujar Berek.

Sementara berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, total SMA/SMK yang melaksanakan program ujian nasional tahun ajaran 2017/2018 di wilayah perbatasan Kabupaten Belu berjumlah 33 sekolah yakni 24 SMA dan 9 SMK. Total seluruh siswa dari 33 sekolah yang mengikuti ujian tersebut sebanyak 3.213 siswa diantaranya di tingkat SMA sebanyak 2.126 siswa, SMK 613 siswa dan paket C sebanyak 179 siswa.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*