Dua Tahun Menghilang, Ditemukan Tinggal Kerangka

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Warga kampung Welo, desa Gulung, kecamatan Satar Mese Utara, kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 30 Maret 2017 siang, sekitar pukul 08.00 wita (pagi) sempat digegerkan dengan penemuan kerangka manusia (tengkorak dan tulang rusuk) di Cunca Lujang yang tak jauh dengan permukiman warga Kampung Welo.

Jazat tersebut belakangan diketahui ternyata milik Tereia Sajun (57) warga asal kampung Bung, desa Bulan, kecamatan Ruteng yang diketahui mengalami gangguan jiwa (gila).

Ia menghilang dari rumahnya sejak 2 tahun lalu dan tidak pernah kembali lagi kekediamannya di Bung hingga kini ditemukan tinggal kerangkanya saja, kata Bripka Emilius Johan, Bhabinkamtibmas Kecamatan Satar Mese Utara kepada NTTOnlinenow.com melalui pesan Whats App-nya, Kamis petang usai melakukan olah TKP.

Jazat Teresia, pertama kali ditemukan oleh Ferdinandus Yato (36) salah seorang warga kampung Welo yang hendak mencari kulit kayu manis di hutan melintasi lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP).

Namun setibanya Yato di TKP, pada jarak sekitar 4 meter dengan posisi kerangka tersebut, ia melihat dan menduga jika itu adalah benda lain yang menyerupai tengkorak manusia. Namun setelah didekatinya ternyata itu adalah tengkorak manusia.

Baca : Mahasiswi STIKES ST.Paulus Ruteng Ditemukan Tewas Dikamar Kosnya

Karena takut dan panik, Yato kemudian melaporkan temuannya itu kepada aparat desa setempat dalam hal ini kepala dusun (Kadus) Welo, Fransiskus Janggur (45) dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Satar Mese Utara, Bripka Emilius Johan, bersama Kanit Intel Sektor Satar Mese, Aipda Mohamad Suyudi dan Reskrim Sektor Satar Mese, Brigpol Beni Hingan.

Setelah mendapat laporan, sekitar pukul 11.00 wita aparat desa dan kepolisian bersama warga kampung langsung bergegas mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP.

Dari TKP, polisi menemukan tengkorak dan tulang rusuk, namun tidak menemukan tanda pengenal atau kartu identitas lainnya. Akan tetapi sejumlah barang bukti yang diduga milik korban ditemukan dilokasi, seperti diantaranya yaitu rok, BH, baju berwarna pink, baju switer hitam dengan corak hijo, tas perempuan berwarna putih yang didalamnya berisikan botol oli SPM habis pakai, kain kanebo, botol balsem dan rosario.

Kerangka tersebut telah teridentifikasi, kata Bripka Emilius Johan, berdasarkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP oleh anak kandung korban bernama Alosius Jerau (39) yang berdomisili di kampung Bung.

“Anaknya mengaku jika itu adalah ibu kandungnya yang sudah 2 tahun menghilang dari rumahnya dan mengalami gangguan jiwa,” kata Bripka Emilius Johan.

Jazatnya, kata Bripka Emil, telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk di makamkan di kampung halamannya di Bung.