Sekda Belu: Embung Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan dengan Negara Timor Leste terdapat banyak embung yang telah dibangun untuk membantu warga. Namun, banyak embung yang mubasir, sehingga menyebabkan embung tidak berfungsi.

“Embung itu bukan gali kuburan, tapi gali untuk tampung air,” tegas Sekda Belu, Petrus Bere saat membuka kegiatan rapat koordinasi serapan gabah/beras petani (sergap) kerjasama Bulog, TNI dan Pemkab Belu/Malaka di Aula Makodim 1605/Belu, Kamis (30/3/2017).

Baca : Bulog, TNI Bersama Pemkab Belu/Malaka Akan Serap Gabah dan Beras Petani

Menurut Bere, keberadaan embung itu untuk membantu warga khusus petani dalam meningkatkan pertanian. Pengerjaan embung harus betul-betul menampung air, sehingga air yang tertampung bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Embung digali untuk tampung air, untuk bantu warga tingkatkan produktivitas pertanian. Tapi di Belu banyak embung di musim panas kering sehingga mubasir,” ungkap dia.

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pada beberapa Desa dalam wilayah Belu terdapat beberapa embung yang dikerjakan tahun lalu jebol. Seperti di Desa Fulur embung proyek Dinas Kehutanan, Manleten proyek BLH dan Leosama proyek Dinas PU dan PR yang embungnya jebol pada Minggu (26/3) kemarin akibat tak mampu menahan tekanan air yang tinggi dari dua sungai yang dibendung.