Polda NTT Ungkap Tiga Kasus Perjudian Kupon Putih

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Aparat Satuan Tugas (Satgas) Perjudian, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengungkap sebanyak empat kasus perjudian periode pertengahan hingga akhir Maret 2017 di wilayah hukum Polda NTT.

Direskrimum Polda NTT, Kombes Pol Yudi Sinlaloe, didampingi Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast menyampaikan ini kepada wartawan saat menggelar konfersensi pers di Aula Ditreskrimum Polda NTT, Jumat (31/3/2017).

Yudi menjelaskan, pada tanggal 13 Maret 2017, aparat Polda NTT menangkap Maria Marina Fudikoa-Millo alias Mama Nona, alamat Jalan Damai RT.031/ RW.011, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang yang sedang melakukan tindak pidana perjudian kupon putih.

“Setelah mendapat informasi, anggota polisi langsung menuju ke rumah yang bersangkutan. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah tersangka ternyata ditemukan barang untuk menjual angka angka kupon putih yang ditaruh di bawah tempat tidur,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan bersama tersangka yakni 1 (satu) buah handphone merek OPPO, uang pecahan sebanyak Rp.2.406.000, 6 (enam) lembar kertas pembelian angka-angka judi kupon putih, 2 (dua) lembar kertas SHIO dan Ramalan Mimpi.

“Terhadap barang bukti tersebut disita dari penguasaan tersangka Maria Marina Fudikoa-Millo alias Mama Nona. Pasal yang disangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP,” katanya.

Baca : Wakapolres Belu Gerebek Judi Bola Guling di Toko Baja Mas

Selanjutnya, dilakukan penangkapan terhadap dua pelaku tindak pidana perjudian kupon putih yakni Markus Andreas Djuka alias Kus alias Mau dan Agustinus Kadja alias Agus pada (22/3/2017) sekitar pukul 16.30 di rumah Agustinus Kadja yang beralamat di Jalan Pahlawan No.19 RT.006/ RW.002 Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

“Barang bukti yang diamankan dari tangan Markus Andreas Djuka berupa satu buah handphone Nokia, satu lembar kertas SHIO dan angka-angkanya, uang pecahan sebanyak Rp.54.000, satu buku cakaran dan satu lembar kertas cakaran, satu buah balpoin warna hitam. Pasal yang disangkakan yakni pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP,” ujarnya.

Sementara barang bukti yang diamankan dari tersangka Agustinus Kadja berupa uang pecahan dengan total Rp.410.000, satu lembar kertas yang bertuliskan angka-angka, satu buah plastik warna putih, tiga lembar kertas hasil cakaran angka-angka. Pasal yang disangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP.

Pada tanggal 23 Maret 2017, lanjut Yudi, penangkapan dilakukan terhadap tiga orang tersangka yakni pertama, Alexander Christofel Amalo (46) swasta, alamat Kelurahan Naikoten I, RT.012/ RW.005, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Kedua, Diana Apriana Bengu (41), alamat Kelurahan Naikoten I, RT.012/ RW.005, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Ketiga, Daud Benu (42) swasta, alamat RT.006/ RW.002 Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Ketiga tersangka berhasil ditangkap, kata Yudi, berawal dari penangkapan terhadap Daud Benu yang sedang melakukan penipuan dan pemerasan dirumah milik Marthen Lenggu yang beralamat di RT.026/ RW.010 Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Aparat kemudian melakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus tersebut.

“Barang bukti yang diamankan berupa 5 (lima) unit handphone, 7 (tujuh) buah buku tabungan dari beberapa bank, 3 (tiga) kartu anjungan tunai mandiri (ATM), satu (1) unit kalkulator besar, 3 (tiga) balpoin, 10 lembar kertas yang bertuliskan pasangan angka dan shio kupon putih, 3 (tiga) buah buku tulis rekapan, 53 lembar slip ATM BCA, 3 (tiga) lembar slip ATM BRI dan pecahan uang sejumlah Rp.14.707.000. Pasal yang disangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP,” tandasnya.