Jembatan Tua Ambruk Tewaskan Dua Pelajar yang Melintas

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Banjir bandang yang menerjang jembatan tua “Kene” di desa Maubesi kecamatan Insana Tengah, kabupaten Timor Tengah Utara NTT, menghanyutkan dua siswa yang sedang melintas diatasnya. Salah satu siswa ditemukan beberapa jam kemudian saat banjir surut, sementara seorang siswa lainnya baru ditemukan Jumat siang tadi( 31/03/2017) oleh anggota Kepolisian Sektor Insana.

Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai rumah duka Mindrawati Kefi (16) siswi SMA kelas dua di Maubesi yang menjadi korban tewas akibat ambruknya jembatan Kene, jembatan tua yang dibangun pada tahun 1974 silam.

Korban yang sedang berada di atas jembatan tua ini, ikut terjatuh saat jembatan ambruk diterjang banjir. Korban berusaha menyelamatkan diri namun terjatuh belakang ke sungai yang arusnya deras dan tenggelam. Salah satu korban lainnya Fernando Funan (14) yang saat itu juga berada di tengah jembatan terjatuh ke dalam sungai kemudian tertindih tembok penahan arus yang rubuh dan hanyut terbawa arus sejauh 20 an kilo meter dari TKP.

Korban pertama, Mindrawati ditemukan di desa Obe Kamis sore kemarin sementara korban kedua, Fernando baru ditemukan Jumat siang tadi (31/03/2017) oleh Tim SAR.

Dua saksi mata yang adalah teman korban mengisahkan, Kamis sore kemarin mereka menonton banjir dari atas jembatan tua yang dikenal dengan nama jembatan Kene. Saat diterjang banjir, jembatan goyang dan ambruk. Salah satu saksi mata Saris Subait sempat dua kali turun ke sungai yang arusnya deras untuk mencari korban namun tidak ditemui.

“Waktu itu, kami dengar batu – batu mulai runtuh dan kami pikir ada orang yang lempar ke dalam sungai. Kamipun lari, teman – teman lain masih dia atas jembatan. Ternyata, tembok penahan air mulai runtuh dan bagian bawahnya sudah kosong terkikis banjir. Jembatan penghubung mulai goyang. Kami berteriak memanggil teman – teman di atas jembatan untuk segera berlari tapi terlambat. Jembatan tua itu rubuh dan kakak Mindrawati yang sudah berada di tengah jembatan, berpegangan sangat erat pada besi bagian kanan jembatan. Begitu ambruk, dia terjatuh belakang dan langsung tenggelam. Saya sempat turun ke dalam sungai, mencari dia tapi tidak ketemu. Sayapun bisa selamat dengan berpegang pada sebuah kayu dan keluar dari sungai itu. Jasad Mindra baru ditemukan warga desa Obe tak jauh dari TKP”, cerita Saris.

Saksi lainnya, Yola Bata mengatakan melihat bagaimana dua korban terjatuh dengan tragis. “Kakak Mindra terjatuh belakang dan langsung menghilang. Sementara kakak Nando juga sudah berusaha selamatkan diri tapi terjatuh ke dalam sungai dan tembok penahan runtuh menghantam kakak nando kemudian menghilang terbawa arus”, kisah Yola sambil menangis.

Baca : Dinkes Kota Kupang Gelar Rakor Posyandu di Enam Kecamatan

Pengakuan kedua saksi ini sejumlah anak muda sering menonton banjir dari atas jembatan. Jembatan itu sendiri sudah lama tidak berfungsi baik, namun karena merupakan satu – satunya penghubung warga desa Tualeu dan Maubesi sehingga masih digunakan orang untuk melintas diatasnya.

Adapun kronologi penemuan korban Fernando Funan, menurut Kapolsek Insana Ipda Anselmus Pera, Tim SAR mulai melakukan pencarian dengan menyusuri sungai sekitar TKP.

“Pukul 06.00 wita Tim SAR mulai melakukan pencarian dengan menyusuri sepanjang sungai dari tempat kejadian, tim pencarian di bagi menjadi 3 regu terdiri dari Tim SAR BPBD TTU, Anggota Polsek Insana dan masyarakat Desa Tualeu bersama keluarga korban yang mana masing-masing regu terdiri dari 7 orang.

Ketiga regu SAR tersebut melakukan pencarian dengan membagi lokasi pencarian yang mana regu I dari lokasi awal tempat kejadian di Bibase menuju ke Jembatan Palaman, regu II dari jembatan Palaman menuju ke jembatan Noenebu dan regu III dari Jembatan Noenebu menuju ke Kleja.

Dan pada pukul 08.21 wita Tim SAR regu III di bawah pimpinan Kasi Humas Polsek Insana Bripka Jen Baptista Balun menemukan korban Fernando Funan, pelajar SMP kelas 1 tersangkut di batang kayu yang terseret arus banjir di sungai Kisan di Sekon Desa Sekon Kecamatan Insana.

Korban pada saat di temukan hanya memakai celana dalam dengan kondisi memar dan luka lecet pada pinggang kanan, punggung kiri, pelipis dan mata kanan mengeluarkan darah serta patah pada paha kanan.”, jelas Ipda Anselmus Pera.

Saat ini kedua korban disemayamkan di rumah duka masing – masing dan sesuai rencana akan dimakamkan keluarganya pada sabtu (01/04) besok.