Ada Makelar, Pedagang Pasar Oeba Keluhkan Kontrak Kios Yang Mahal

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pihak PD Pasar Kota Kupang diduga ada bermain dalam penyewaan Kios pasar di Pasar Oeba Kupang. Pasalnya 12 para penyewa Kios dan los pasar yang langsung menyewa dari PD Pasar, hanya dua penyewa saja yang memanfaakan Kios Pasar untuk berdagang, sedangkan sisanya malah disewakan kepada pihak lain dengan harga sewa dinaikan berpuluh-puluh kali lipat.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pihak PD Pasar, Komisi II DPRD Kota Kupang, bersama para pedagang dari Pasar Oeba, yang berlangsung diruang komisi II, Rabu (29/3/2017).

Mengawali RDP, dua pedagang di Pasar Oeba, Yusuf dan Andi Mariani mengeluhkan sewa kios pasar yang harganya melambung mencapai Rp.24 Juta pertahun. Mereka berdua mengaku sewa kios pasar bukan dari PD Pasar, tetapi penyewaan melaui pihak ketiga yang telah menyewa terlebih dahulu dari PD Pasar dengan nilai kontrak hanya sebesar Rp.800 ribu setiap tahunnya. Namun karena mereka butuh tempat untuk berdagang, mereka menyanggupi nilai kontrak yang telah dinaikan berlipat ganda tersebut.

Mereka berdua mengaku, sebenarnya mereka tidak keberatan dengan harga tersebut, tetapi setelah kontrak habis selama dua tahun dan ingin diperpanjang lagi ditahun 2017, para penyewa yang berhubungan dengan pihak PD Pasar kembali menaikan nilai kontrak sebesar Rp.27,5 juta setiap tahunnya, pada setelah mereka melakukan pengecekan nilai kontrak sebenarnya, hanya sebesar Rp.800 ribu. Atas kenaikan tersebut keduanya bersama 10 penyewa kios pasar, dari pihak ketiga, sepakat untuk mengadukan mahalnya sewa kios pasar kepada DPRD.

Baca : Pemkot Upayakan Tingkatkan PAD Hingga 2022

“Terus terang kami tidak sanggup lagi dengan kenaikan sewa. Apalagi setelah kami tahu bahwa harga sewa aslinya hanya Rp. 800 ribu, kami minta kepada DPRD agar kalau bisa kami saja yang langsung menyewa dari PD Pasar. Mereka yang menyewakan los pasar kepada kami hanya mencari untung, dan kami merasa seperti diperas oleh mereka. Kami pernah melaporkan mahalnya sewa ini kepada pihak PD Pasar tapi tidak ditanggap. Kami menduga ada kerjasama antara PD Pasar, sebab tidak ada kontrol “kata Andi Mariani.

Menanggapi pengeluhan para pedagang, Ketua Komisi II, Melkianus Asanab Bersama seluruh anggota Komisi II lainnya, meminta pihak PD Pasar harus segera berbenah, bahkan pada kesempatan itu pihak Komisi mengeluarkan rekomendasi, untuk dilakukan pelelangan ulang soal pemanfaatan kios pasar, agar kios-kios pasar diberikan kepada mereka yang ingin memanfaatkannya untuk berdagang dan bukan mencari untung dari para pedagang lain dengan cara menyewakan kios pasar dengan harga yang berlipat-lipat ganda.

Menanggapi rekomendasi komisi II Pemerintah Kota Kupang yang diwakilli Asisten II, Djamal Mila Meha, Kadis Perindag, Jerry Padji Kana dan Direktur PD Pasar Agus Lande Bayou akan menyikapi rekomendasi Komisi II.