Konsumsi BBM di NTT Capai Rp 3 Triliun

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2016 mencapai kurang lebih Rp 3 triliun. Sedangkan, pangsa pasar BBM bersubsidi mencapai 95,84 persen.

“Di 2016, PT Pertamina telah menyalurkan 550 ribu kl Bahan Bakar Minyak atau setara kurang lebih tiga (3) triliun rupiah,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Kupang, Jumat (24/3/2017).

Tigor mengungkapkan, PT Pertamina saat ini memiliki 8 (delapan) depot distribusi yang tersebar di tiga pulau besar di daerah berbasis kepulauan itu yakni Pulau Timor, Flores dan Sumba.

“Rasio penggunaan BBM menunjukkan kondisi yang sesuai dengan pangsa ekonomi, pemilikan kendaraan dan jumlah Penyaluran BBM Vs PDRB NTT rumah tangga,” ungkapnya.

Baca : Ekonomi NTT 2017 Diproyeksi Tumbuh 5,30 Persen

Dia menyampaikan, rata-rata penggunaan minyak tanah per rumah tangga mencapai 0,6 liter dan premium mencapai 0,7 liter.

“Banyaknya mobil dan motor berpelat luar NTT membuat penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kurang optimal dan pengukuran rasio BBM menjadi kurang tepat,” katanya.

Selain itu, Tigor juga menyampaikan terkait kondisi konektivitas laut di NTT. Dijelaskannya, dibandingkan negara di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat 4 dari 10 negara setelah Singapura Malaysia dan Thailand.

Pelabuhan Tenau Kupang, masih menjadi satu-satunya pelabuhan yang dapat disandari kapal besar (10.000 DWT). Pelabuhan lain berkapasitas relatif kecil atau kurang dari 2.000 DWT.

“Jalur Surabaya- Kupang menjadi jalur utama kapal laut antarprovinsi, sementara Surabaya-Labuan Bajo menjadi jalur masuk terdekat untuk barang ke Flores yang dilayani dengan truk-feri,”

Tigor menambahkan, terkait transportasi pengantarpulauan sapi di Provinsi NTT, pengangkutan dilakukan dengan menggunakan 11 (sebelas) kapal ternak.