Komisi I DPRD Belu Minta Polisi Percepat Proses Kasus Dugaan Ipal Kades Mahuitas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Aambua, NTTOnlinenow.com – Komisi I DPRD Belu akan segera menyurati pihak Kepolisian Resort (Polres) Belu terkait proses kasus dugaan ijazah palsu (Ipal) milik Kepala Desa Mahuitas, Matheus Mali Bere yang sedang dalam penanganan tim penyidik.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I Marthen Nai Buti kepada media di kantor DPRD Belu usai menerima warga Mahuitas, Senin (27/3/2017).

Menurut Marthen, surat tersebut meminta pihak penyidik Polres Belu untuk segera mempercepat proses kasus dugaan pemalsuan dokumen berupa ijazah palsu yang melibatkan dirinya pada pencalonan Kades Mauhitas, Kecamatan Lamaknen beberapa waktu lalu.

“Kita juga sudah dapat surat dari Polres Belu di awal bulan. Polisi sudah ambil keterangan dari teman kelas, kepala sekolah juga saksi ahli ijazah dari provinsi,” kata dia.

Dijelaskan Marthen, dalam surat dari Kepolisian disampaikan juga bahwa, telah ada hasil forensik dari Denpasar terkait dengan dugaan pemalsuan ijazah tersebut. “Karena sudah ada hasil dari forensik, jadi kita berharap Polisi lebih cepat proses kasusnya dan transparan,” ucap dia.

Baca : Penyidik Polres Belu Segera Tetapkan Tersangka Ijazah Palsu Kades Mauhitas

Lanjut dia, kurang lebih ada belasan warga Mauhitas yang datang ke kantor pada pukul sembilan kurang. Tujuan warga datangi kantor Dewan untuk meminta agar terus mengawali kasus dugaan ipal yang sedang dalam penanganan Polisi.

“Tadi pagi warga (mereka) dari Desa Mahuitas datang minta kita DPRD Belu untuk terus mengawal prosesnya,” papar Marthen.

Diharapkan, proses kasus dugaan pemalsuan dokumen berupa ipal bisa segera tuntas. Sebab, jelas dia apabila permasalahan tersebut tidak segera diselesaikan, maka akan berdampak pada pelayanan dalam pemerintah Desa.

“Kuncinya sekarang buku induk sekolah karena disitu ada daftar nama siswa yang tamat sekolah. Kalau buku induknya dapat maka masalahnya selesai,” pungkas Marthen.