Klarifikasi Pengadaan Benih Jagung Komisi II DPRD Belu Dengan Dinas TPH

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Komisi II DPRD Kabupaten Belu menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Belu guna memperoleh informasi terkait dengan pengadaan benih jagung pada tahun anggaran 2016 lalu.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II, Rudy Karlus Boy Bouk di ruang Komisi II, Jumat (24/3/2017) dihadiri seluruh Anggota Komisi II, Kepala Dinas TPH, Sabina Mau Taek didampingi Kepala Bidang TPH, Petrus Bone.

Kepala Dinas TPH, Sabina Mau Taek menjelaskan, dirinya bersama Kabid merupakan pejabat baru yang dilantik menjabat pada Dinas itu. Saat menjabat program pengadaan benih jagung yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

Dituturkan, dari dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) di Dinas, pengadaan benih jagung yang diadakan adalah benih jagung kompisit dan varietas, lamuru, bisma sama-sama jagung komposit. Sehingga sata pihak ketiga melakukan pengadaan benih jagung bisma sesuai kontrak dan itu tidak bermasalah.

Usai rapat, Rudy Bouk kepada media mengatakan, digelarnya rapat dengar pendapat Komisi II dengan Dinas TPH Belu dimaksud untuk mendpatkan informasi terkait pengadaan benih jagung di tahun anggaran 2016 yang menjadi polemik di media massa. Oleh karena itu hal ini penting kita lakukan klarifikasi bersama Dinas teknis sebab pengadaan itu memakan anggaran sekitar Rp 750 juta itu tengarai bermasalah.

Baca : Pengadaan Benih Padi CV De’Chalvin Tahun 2016 Tak Sesuai Spesifikasi

Hasilnya jelas Bouk, Komisi II memperoleh laporan yang mana program pengadaan jagung di tahun anggaran 2016 lalu itu tidak bermasalah. Pasalnya pengadaan benih tersebut telah sesuai dengan dokumen kontrak kerja antara dinas dengan pihak ketiga dan telah sesuai prosedur.

“Pengadaan benih jagung sesuai kontrak jagung komposit yakni Lamuru dan Bisma. Yang diadakan  oleh pihak ketiga itu benih jagung bisma. Antara benih jagung lamuru dan bisma sama saja karena jagung komposit dan ini yang harus disampaikan ke warga sehingga mengerti,” ungkap dia.

Terkait informasi bahwa benih jagung yang telah dibagikan kepada warga petani namun tidak tumbuh dengan baik, jelas Bouk penyampaian dari Dinas setelah ditelusuri d lokasi yang dibagikan benih tersebut tumbuh dengan baik.

“Kalau memang masalah ini sedang ditangani Kepolisian, DPRD mendukung upaya polisi untuk mengusutnya, sehingga jika ada temuan silahkan diproses lanjut sesuai hukum,” ujar dia.

Lebih lanjut Bouk tambahkan, alangkah baiknya apabila mantan pebajat sebelumnya pada Dinas tersebut bisa memberikan penjelasan terkait pendagaan benih jagung yang mana diketahui ada dua SK pengadaan, sehingga masalah pengadaan benih jagung tersebut bisa clear.