Diduga Ada Yang Gerakan Dua Kelompok Tani Datang Bersamaan ke DPRD

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota Komisi II DPRD Belu, Theo S.Tefa menduga bahwa kedatangan dua kelompok tani secara bersamaan dari dua Desa ke DPRD Belu untuk mengadukan bantuan benih jagung terkesan ada yang menggerakannya.

Hal itu diungkapkan Theo dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Belu bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Belu saat menerima pengaduan dua kelompok tani asal Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak dan Maudemu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Jumat (24/3/2017).

“Saya filing kedatangan dua kelompok tani ini ada yang gerakan. Kami tidak mau dipolitisir. Sebelumnya masalah ini sudah kami klarifikasi pekan lalu,” kata dia.

Ditegaskan bahwa, DPR merupakan perwakilan rakyat yang perjuangkan aspirasi rakyat. Oleh karena itu jangan mengganggap kami hanya duduk diam dan tidak berbuat apa-apa. Kami tetap peduli dan tidak lepas persoalan yang telah dilaporkan.

“Kami akan lakukan secara kontiniyu terkait seluruh proses yang ada di Belu demi kesejahteraan rakyat,” ujar dia.

Menurut dia, ini persoalan akan mengerucut ke persoalan yang sama terkait persoalan benih padi, yang mana akhirnya tidak sesuai dengan petunjuk yang ada. Bisa dilaporkan ke PPL, Kades karena itu akan jadi evaluasi kerja kedepan sehingga tidak terulang persoalan ini.

“Yang menjadi gangguan untuk saya, saya agak sedikit curiga bukan tuduh dengan kedatangan mendadak secara bersamaan. Ada jalur lain untuk bapak mama sampaikan sehingga jadi bahan teknis,” ucap Theo.

Baca : Tak pernah Dapat Bantuan, Warga Adukan Kades Dirun ke DPRD Belu

Alfredo warga petani kelompok Tunas Harapan Desa Dualaus mengatakan, tahun 2015 dia usulkan benih jagung lamuru, tapi yang dibagikan bisma sehingga tumbuh tidak baik. Dirinya membeli benih dipasar dan menanam ulang tumbuh dengan baik. Hasil dokumen jagung yang difoto petugas waktu lalu bukan jagung bantuan tapi jagung yang dibeli dari pasar. Kedepan diharapkan, kalau bisa benih jagung dibagi sesuai usulan kelompok tani.

Tambah Blandina Olo warga petani Desa Maudemu, benih jagung yang dibagikan tidak tumbuh dengan baik karena tidak dibagikan juga pupuk. Olo meminta kalau bisa saat dibagikan benih jagung bersamaan dengan pupuk. Selama ini mau sampaikan ke PPL tapi berdomisili di Wedomu.

Terkait hal itu, Kadis TPH Belu Maria Sabina Mau Taek jelaskan, pengaduan warga tani Dualuas jagung yang dibagikan itu tidak tumbuh, petugas bidang pangan telah turun ke lokasi, dan sempat membuat dokumentasi jagung tumbuh baik.

“Pak Alfredo masuk anggota kelompok. Tapi tidak pernah diberikan SK untuknya, ini ko beliau dapat SK dan itu dari siapa. Nanti lebih jelasnya itu yang tahu mantan PPK yang tangani waktu itu. Soal pupuknya tidak bisa pengadaan karena akan pupuk subsidi, sekarang tidak ada lagi bantuan pupuk dari Dinas harus ada RDKK,” ujar dia.

Frans Hibur jelaskan, kapaistas dirinya di tahun lalu pengadaan benih jagung panitia pemeriksa. Acuan yang pake panitia adalah SK, didalam kontrak itu ada dua varietas yang diadakan yaitu, bisma dan lamuru. Dalam pemeriksaan itu varietas yang ada bisma, sehingga yang dibagikan benih jagung bisma. Intinya pengadaan benih jagung sesuai kontrak SK Kadis.

Ketua Komisi II Rudy Karlos Bouk mengatakan, terkait PPL tidak berfungsi di lapangan ini catatan untuk Dinas. Kalau bisa penempatan PPL tolong lihat dengan kinerja, tinggal atau berdomisili di wilayah mana, tapi ini tinggal di Wedomu dan ini catatan untuk Dinas sehingga PPL ditempatkan sesuai dengan domisili agar berfungsi.

“Kita agendakan akan rapat khusus PPL tanggal 29 pekan depan. Kita akan lakukan RDP sekalian dengan benih padi yang akan hadirkan Plt Kadis lama, mantan Kadis lama soal SK benih jagung yang diterbitkan juga PPK sehingga masalahnya bisa jelas,” pungkas Bouk.