Kawal Pembangunan, Jamintel RI Kunjungi Proyek PLN di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke beberapa instansi kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), kunjungan ini sebagai tindak lanjut pengawalan dan pengamanan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Sebelumnya Kerjasama PLN dengan stakeholders untuk mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Program 35.000 MW telah terbentuk dalam Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4P) Kejaksaan Agung RI. Upaya ini berupa pengawalan dan pengamanan, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan maupun pemanfaatan hasil pembangunan, termasuk dalam upaya mencegah timbulnya penyimpangan dan kerugian negara.

Mengawali Kunjungan, Jamintel RI Adi Toegarisman meninjau kondisi Marine Vessel Power Plant di Kupang (22/3) kunjungan tersebut didampingi oleh Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendampingi TP4P dan melihat Sistem kelistrikan di NTT.

“Kami datangkan MVPP 120 MW pada akhir Desember 2016 lalu yang dimana saat ini kami gunakan adalah 60MW dan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kapasitas daya di Pulau Timor, saat ini kami juga sedang membangun Transmisi dari Bolok sampai Atambua sepanjang 490,7 kms dengan total tower Ada 914 tower,” ujar Muhamad Ali.

Dia juga berharap dengan kunjungan ini terdapat sinergi antara PLN dangan TP4P dalam proses melistriki seluruh pelosok di wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh PLN, sebagai contoh adalah Pembebasan lahan yang dalam Hal ini dilihat dari sisi Hukum dengan datangnya Tim TP4P akan mengawal dan melihat permasalahan yang ada dalam Pembangunan GI dan transmisi,” imbuhnya.

Baca : Pemerintah Akan Bangun Pabrik Gula di Sumba Timur

Senada dengan hal tersebut, Jamintel juga berharap PLN untuk selalu aktif dalam melaporkan semua kegiatan sebelum memulainya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

“Maksud kedatangan kami untuk mengawal proses Pembangunan dan meninjau apakah Ada hambatan/ persoalan yang menghambat Proyek Pemerintah dalam rangka Pembangunan Infrastruktur dalam Hal ini Pembangunan kelistrikan di Provinsi NTT dengan begitu kita dapat melakukan pencegahan sejak dini dan selesai Tepat waktu,” kata Adi.

Kunjungan di hari Kedua rombongan bertolak ke Pulau paling selatan di Indonesia yaitu Pulau Rote untuk meninjau PLTU Rote dan Muhammad Ali mengungkapkan bahwa PLTU Rote tengah mengalami kendala sudah dalam proses penyelesaian.

“Kunjungan ke PLTU Rote 2×3 MW pengerjaannya sekarang dalam pembangunan pada progress Fisik sudah sekitar 60% dan anggaran PLN sudah dibayarkan sekitar 50% karena sempat terhenti lalu dan sampai saat ini dilihat dari audit BPK masih dalam proses verifikasi dari BPKP sehingga dari segi Hukum yaitu TP4P akan ada wujud legal opinion dan dari sini pun kita akan hemat nantinya 1,9 M tiap bulannya dari bahan bakar dan saat ini PLN juga sudah membangun Jaringan 20 kV rote yang sudah siap teraliri dari PLTD rote sampai PLTU Rote tinggal tunggu di connecting saja,” ungkap Ali.

Harapan kedepannya Program 100% NTT Desa Berlistrik sebanyak 1206 Desa di NTT segera terlistriki karena dengan statement saat kedatangan Presiden RI 1 lalu dihadapan Menteri BUMN dan Dirut PLN bahwa akhir Desember 2018 / diawal tahun 2019, Desa di NTT sudah harus berlistrik 100% dan dengan begitu perekonomian bisa bergerak cepat dan masyarakat bisa menikmati listrik.

Menanggapi hal tersebut Adi mengungkapkan, pembangunan yang besar dan bersifat strategis harus dilaporkan intens dan pihaknya akan terus pantau agar kedepannya pembangunan yang diharapkan bisa berjalan lancar.