Koalisi Muda untuk Anak Perempuan akan Kawal Pencapaian Tujuan SDGs

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Di Indonesia, anak perempuan masih sering menghadapi diskriminasi dan kekerasan dalam berbagai bentuk baik di ruang privat maupun publik. Oleh karena itu, perlu ada upaya ekstra dari semua pihak untuk mengakhiri diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Di Indonesia, 66% perempuan bekerja di sektor pertanian dan perdagangan yang cenderung rentan mendapat kekerasan dan cenderung berpenghasilan rendah.

Selain itu, BPS mencatat, persentase perempuan usia 20 hingga 24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun di Indonesia relatif masih tinggi, yakni di atas 20 persen. 340,000 anak perempuan menikah setiap tahunnya. Secara global, 1 dari 10 anak perempuan pernah mengalami kekerasan seksual, termasuk perkosaan.

“Tentu permasalahan ini harus diakhiri segera. Ini pula yang mendorong Plan International di Indonesia bersama puluhan anak muda menginisiasi pembentukan Koalisi Orang Muda untuk Anak Perempuan (Youth Coalition for Girls –YCG),” kata Country Director Plan International Indonesia, Mingming Remata Evora.

Pengukuhan YCG yang bertepatan dengan HUT Plan International ke 80 juga sejalan dengan Gerakan global Because I Am Girl (BIAAG) yang diinisiasi Plan International sejak 2012. “Gerakan ini mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan juga dunia usaha memberikan kesempatan bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi maksimalnya, guna meningkatkan kualitas hidup anak perempuan di seluruh dunia,” jelasnya.

Baca : Iban Medah: Rakyat Jadi Investor

Mingming juga menambahkan bahwa gerakan BIAAG berupaya menjangkau 100 juta anak perempuan di seluruh dunia sebagai penerima manfaat. Di Indonesia sendiri, Gerakan BIAAG akan menjangkau 1 juta anak perempuan melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan Plan International Indonesia, bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah.

Sementara itu, Linda Gumelar, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang aktif di berbagai organisasi perempuan, didapuk 80 anak muda perwakilan puluhan organisasi anak muda di Indonesia sebagai penasihat YCG. Saat pengukuhan YCG, di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, menegaskan YCG diharapkan menjadi mitra para pemangku kepentingan di Indonesia, untuk mempercepat pencapaian tujuan kelima dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni mencapai kesetaraan gender dan upaya memberdayakan perempuan.

Selain pengukuhan YCG, Plan International bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja juga meluncurkan modul dan e-learning soft skill, yang bisa dimanfaatkan oleh semua calon tenaga kerja muda di Indonesia, terutama yang belajar di Balai Latihan Kerja. Hal ini diharapkan dapat menjadi kontribusi gerakan BIAAG agar perempuan muda dapat berhasil di dunia kerja.