Cagub Independen Butuh Dukungan 8,5 Persen dari Total DPT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Calon Gubernur (Cagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang maju melalui jalur perseorangan atau independen, harus mendapat dukungan 8,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu lima tahun sebelumnya. Jumlah DPT Provinsi NTT pada pemilu tahun 2014 sebanyak 3.185.121 orang.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPU Provinsi NTT, Yosafat Koli kepada wartawan di Kupang, Selasa (21/3/2017).

Menurut Yosafat, calon perseorangan harus mengajukan 8,5 persen atau sebanyak 270.736 orang yang tersebar di 12 kabupaten/kota. “Jumlah penduduk di DPT pemilu terakhir NTT 3.185.121 maka calon perseorangan harus mengajukan 8,5% (delapan setengah persen) atau sebanyak 270.736 orang dan tersebar di 12 kabupaten/kota,” kata

Sesuai dengan ketentuan Undang-undang, maka pelaksanaan pemungutan suara pilkada Gubernur NTT dilaksanakan pada Juni 2018. Merujuk pada UU dimaksud, maka tahapan pilkada gubernur dan sepuluh kabupaten lainnya mulai berproses pada Oktober 2017. Sedangkan pada Desember 2017, akan dimulai tahapan pengajuan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Yosafat menjelaskan, berdasarkan perolehan kursi di lembaga DPRD NTT, maka tidak ada partai politik yang bisa mengusung calon gubernur tanpa koalisi. Karena itu, semua parpol dipastikan berkoalis untuk mengajukan pasangan calon gubernur. Selanjutnya, jika ada calon perseorangan maka harus mendapat dukungan 8,5 persen dari DPT pemilu sebelumnya.

Baca : Besok Watimpres Kunjungi Kabupaten Belu Perbatasan RI-Timor Leste

“Syarat yang diamanatkan Undang-Undang dalam pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yakni berdasarkan perolehan kursi di DPRD NTT, perolehan suara sah pemilu sebelumnya, dan calon perseorangan atau independen,” katanya.

Jika pengusungan paket calon melalui jalur partai politik, maka minimal harus mencapai 20 persen dari total 65 kursi di DPRD NTT atau setara dengan 13 kursi. Dengan persentase itu, maka semua parpol yang memiliki kursi di DPRD NTT harus membangun koalisi karena tidak satu parpol pun memiliki 13 kursi.

Hingga saat ini belum ada gabungan partai politik yang menyatakan koalisi dalam pilkada Gubernur NTT periode 2018-2023. Meski begitu, beberapa bakal calon sudah mulai mensosialisasikan diri misalnya, Ibrahim Agustinus Medah dari Partai Golkar, Ethon Foenay dan Cristian Rotok dari Partai Gerindra, Benny Kabur Harman dari Partai Demokrat, Alex Take Ofong dari NasDem, serta Kristo Blasin, Danial Tagu Dedo, dan Raymundus Sau Fernandes yang bakal ramai berebut pintu PDI Perjuangan.

Selain itu, Lusia Adinda Lebu Raya (Istri Gubernur NTT) juga digadang-gadang masuk dalam daftar survei PDI Perjuangan untuk calon gubernur. Sementara mantan anggota DPR RI, Honing Sani disebut-sebut maju melalui jalur perseorangan.