NTT Tempati Urutan Pertama Produksi Jagung di Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Produksi jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Pada tahun 2016, NTT berhasil menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan produksi jagung tertinggi di Indonesia.

“Produksi jagung di 2016, ternyata NTT menempati urutan pertama tertinggi dari provinsi- provinsi lain,” demikian kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya pada kegiatan Dialog Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Lembaga Keagamaan di Kupang, Kamis (16/3/2017).

Menurut Gubernur Lebu Raya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya mewujudkan salah satu dari enam tekad pembangunan yaitu menjadikan daerah itu sebagai provinsi jagung. Saat ini, pemerintah sedang membangun upaya khusus (Upsus) untuk penanaman jagung.

“Bersyukur karena kita mendapatkan dukungan yang cukup besar dari pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan atau pengembangan jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Baca : Tenaga Pendidik PAUD Dari Malaka dan TTU Kunjungan Belajar Ke Belu

Lebu Raya mengatakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga memberikan perhatian cukup besar untuk daerah ini, terbukti pada beberapa hari yang lalu Mentan menghadiri panen raya jagung di wilayah perbatasan antara RI – Timor Leste di Kabupaten Belu. Bahkan Mentan juga menyerahkan bantuan berupa puluhan alat mesin pertanian (Alsintan).

“Lahan di Kabupaten Malaka paling luas untuk pengembangan jagung, dan dalam waktu dekat ini akan dimulai dengan mekanisasi. Alat- alat berat sudah di drop ke sana sehingga mudah- mudahan kita melihat mekanisasi jagung di paling tidak dua kabupaten dulu, Belu dan Malaka. Saat ini untuk ukuran nasional, produksi jagung tertinggi di Nusa Tenggara Timur,” terangnya.

Dia menambahkan, selain untuk konsumsi lokal, saat ini kebutuhan ekspo jagung juga cukup tinggi. Bahkan, saat ini Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak hanya diperintahkan untuk membeli beras saja tepapi juga harus membeli jagung.

“Pak Menteri cerita bahwa negara Malaysia membutuhkan jagung yang luar biasa dan telah menawarkan diri untuk menjadi pembeli jagung dari Indonesia, tentu juga akan disuport jagung juga dari wilayah NTT. Karena itu mari kita tanam jagung dan pelihara ternak untuk kehidupan kita yang lebih baik,” tandasnya.