PDIP NTT Survei Usung Paslon Pilkada 2018

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT memakai survei dalam menetapkan pasangan calon (Paslon) pemilu kepala daerah (Pilkada) 2018, baik pilgub maupun pilbup 10 kabupaten yang digelar serentak.

“Baik pilgub maupun 10 kabupaten yang menggelar pilkada serentak itu, PDIP harus berkoalisi dengan partai politik lain, karena perolehan kursi tidak memenuhi syarat pengusungan paslon sendiri,” kata Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa kepada wartawan di Kupang, Selasa (14/3/2017).

Yunus menjelaskan, surat keputusan (SK) DPP PDIP tentang penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, survei merupakan sebuah kewajiban yang mesti dilaksanakan. Survei akan dilakukan setelah semua bakal calon, kader maupun non kader mendaftarkan diri di sekretariat partai pada masa pendaftaran. Sesuai rencana, survei akan dilaksanakan pada April atau Mei mendatang.

“Kita dorong Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 10 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada serentak pada 2018 mendatang segera membuka pendaftaran bakal calon. Pendaftaran bisa dalam bentuk paslon maupun tunggal,” kata Yunus.

Tentang lembaga survei, Yunus yang juga Wakil Ketua Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD NTT ini menyampaikan, akan ditunjuk oleh partai. Sedangkan biaya survei bisa dilakukan oleh masing- masing paslon ataupun gotong royong semua bakal calon yang telah mendaftar untuk menjadikan PDIP sebagai kendaraan politik.

Yunus menyatakan, besar kemungkinan koalisi parpol yang dibangun di 10 kabupaten penyelenggara pilkada tidak mengikuti koalisi parpol yang dibangun pada pilgub atau koalisi nasional saat ini. Memang seyogyanya, arah koalisi di pilgub diikuti dengan kaolisi di 10 kabupaten dimaksud. Karena dinamika yang terjadi di setiap daerah pasti berbeda, maka koalisi harus dinamis.

Namun yang paling penting adalah mendorong kader partai potensial untuk ambil bagian di 10 kabupaten dimaksud. Dalam konteks itu, menginventarisasi kesiapan kader dan mendorong untuk menyiapkan diri terutama memenangkan survei.

Dia mengatakan, hasil survei akan disandingkan dengan potensi peluang kemenangan masing- masing daerah yang dipaparkan paslon atau bakal calon. Setelah dilakukan analisa, minimal dua paslon diusulkan ke DPP untuk ditetapkan satu paslon yang diusung PDIP bersama koalisi parpol.

“Kita tetap utamakan kader. Sehingga kalau kader siap maju di pilkada baik sebagai orang nomor satu maupun dua, pasti pasti mempertimbangkannya,” ujar Yunus.