Mentan Dikukuhkan Sebagai Sesepuh Ama Nai Rai Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dikukuhkan sebagai sesepuh ama nai rai Belu dalam kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Belu-Timor Leste melakukan panen jagung dan kacang tanah di trans Banu Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Selasa (14/3/2017).

Pengukuhan Mentan Andi Amran sebagai sesepuh ama nai rai Beluditandai dengan dipakaikan pakain kebesaran adat, pengalungan benda-benda adat wserta penyerahan pedang oleh Kepala Desa Kabuna, Ruben Monteru selaku ketua adat turut mendampingi Gubernur NTT, Anggota DPD RI, Bupati Belu dan Camat Kakuluk Mesak.

Andi Amran dalam sekapur sirihnya mengatakan, merupakan suatu kebanggan terhadap dirinya yang dilantik sebagai ama nai Belu oleh ketua suku. Dengan ini kami sudah diamanahkan menjadi masyarakat Nusa Tenggara Timur khususnya Belu dan Malaka, oleh karena itu jadi warga Gubernur NTT.

“Saya dilantik sebagai ama nai Belu, itu sembarang. Karena itu harus ada perubahan pertanian di wilayah Belu dan Malaka, kalau tidak diletak kembali. Kalau ini tidak maju akan malu karena Menteri warga dari NTT,” ujar dia sambil senyum.

Mentan menyerahkan berbagai bantuan untuk wilayah Belu diantaranya, semen beku kepada inseminator yang diwakili Anton Bere, benih lantoro tarambah kepada kelompok ternak yang diwakili Kadesa Silawan Ferdi Mones, alat mesin pertanian berupa 1 unit traktor roda 4 kepada Brigade alsintan Dinas tanaman pangan, holtikulutural dan perkebunan kabupaten Belu, 1 unit alat tanam padi kepada kelompok tani tunas harapan dan 1 unit kultivator kepada kelompok tani sahabat A.

Baca : Menteri Pertanian Panen Jagung di Desa Kenebibi Belu

Sementara itu bantuan untuk Kabupaten Malaka berupa penyerahan secara simbolis benih jagung hibrida (bisma 15)dan komposit (lamuru) kepada Bupati Malaka Stef Bria untuk pengembangan tanaman jagung pada lahan seluas 50 ribu hektare.

Tidak saja itu Mentan juga tambahkan beberapa bantuan guna mendukung pengembangan tanaman jagung kepada wilayah Belu dan Malaka. Untuk Kabupaten Belu benih gratis 25 ribu hektare akan dikirim tambah 10 unit traktor besar, 10 unit pompa air dan 1 unit alat berat eksafator. Sementara Malaka 50 ribu hektare akan dikirim 10 unit traktor roda empat, 20 unit pompa air dan 1 unit eksafator.

“Tiga bulan kedepan akan saya evaluasi dan datang panen di Belu dan Malaka. Tapi apabila gagal maka semua alatnya akan saya tarik kembali. Kalau tiga bulan ada perubahan akan saya kasi lagi bantuan,” janji Andi Amran.

Dia meminta agar peralatan pertanian ini tidak boleh terpisah atau terbagi tapi harus satu group dan sesekali bisa digratiskan untuk membantu petani lain dalam membajak atau mengolah lahan pertanian. “Antara Belu dan Malaka tidak boleh nganggur traktornya. Traktor harus kerja supaya efektif, jangan disimpan tapi diberdayakan untuk kelompok tani lain, karena itu saya minta dini dikawal,” harap Andi Amran.