Lebu Raya: Komitmen Jadikan NTT Propinsi Jagung

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sejak tahun 2008 kami mencanangkan NTT sebagai Propinsi jagung. Tidak sekedar slogan tapi ini menjadi semangat, motivasi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur sudah terus menerus mengembangkan jagung di daerah ini.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutan pada kunker Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan panen jagung dan kacang di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan RI-Timor Leste, Selasa (14/3/2017) .

Menurut Lebu Raya, selain itu juga kita punya slogan menjadi propinsi NTT sebagai propinsi ternak. Ini semua dimaksudkan untuk menyemangati, memotivasi dan membangun optimisme dari rakyat NTT untuk terus maju membenahi diri, membangun keluarga dan tentu masyarakat.

“Jagung di NTT saat ini terus menerus meningkat produksinya. Komitmen bapak Menteri Pertanian untuk mengembangkan jagung besar-besaran di NTT,” ujar dia.

Dituturkan, Bapak Menteri ceritakan bahwa negara Malaysia membutuhkan jagung yang luar biasa dan telah menawarkan diri untuk menjadi pembeli jagung dari Indonesia, tentu juga akan disuport jagung juga dari wilayah NTT. “Karena itu mari kita tanam jagung, pelihara ternak untuk kehidupan kita yang lebih baik,” ajak Lebu Raya.

Baca : Mentan Serahkan Puluhan Alsintan untuk Petani Perbatasan RI-RDTL

Hal yang terpenting adalah segala produksi akan terus ditingkatkan, mudah-mudahan pasar tersedia bagus supaya masyarakat para petani yang menanam tidak ragu dengan pasar ketika produksinya terus menerus meningkat. Tidak sekedar dijual, tapi makan juga karena makan jagung itu sehat. Selama ini kita bicara pangan itu sekedar nasi beras, padahal pangan termasuk didalamnya juga jagung.

“Terimakasih Bapak Menteri karena telah berikan perhatian yang besar kepada daerah ini. Kita harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Kita harus kerja, karena itu eksistensi dari kehidupan untuk memperbaiki hidup kita sendiri,” tandas dia.

Sementara itu Senator I.A Medah mengatakan ada 30 ribu embung-embung yang akan dibangun dalam tahun ini diseluruh Indonesia. Kalau boleh 10 persen atau 3000 dari 30 ribu itu datangkan ke wilayah NTT untuk mengatasi masalah air yang menjadi momok kita setiap tahun di NTT.

Pasalnya, lahan di wilayah NTT khususnya di perbatasan Belu dan Timor Leste sangat cocok untuk mengembangkan tanaman holtikultural seperti bawang dan lombok guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Jelas Medah dirinya akan perjuangkan 10 persen dari 30 ribu embung datang ke NTT dengan berkonsultasi ke tiga Kementerian yang menangani proyek embung tersebut.