Polda NTT Ungkap Empat Kasus Perjudian

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Aparat Satuan Tugas (Satgas) Perjudian, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengungkap sebanyak empat kasus perjudian pada periode Februari sampai awal Maret 2017 di wilayah hukum Polda NTT.

Pernyataan ini disampaikan Direskrimum Polda NTT, Kombes Pol Yudi Sinlaloe, kepada wartawan saat menggelar konfersensi pers di Aula Ditreskrimum Polda NTT, Selasa (7/3/2017).

Kombes Yudi menjelasakan, pada tanggal 12 Februari 2017, Satgas Perjudian Polda NTT menangkap Habel Mengi alias Ama Woke (76) wiraswasta, alamat Jalan Polisi Militer, RT.24/RW.09, Kelurahan Naikoten Satu, Kecamatan Kota Raja dan Jhon Eduard Missa alias Aba Yon (44) nelayan, alamat jalan Eltari II, RT.41/RW.13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo yang sedang melakukan judi kuru-kuru.

“Barang bukti yang diamankan bersama tersangka yakni uang pecahan sebanyak Rp.571.000, tiga buah dadu berwarna putih dan satu lembar layar angka dadu. Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP dan pasal 303 Bis ayat (1) ke 1 dan ke 2 KUHP,” jelasnya.

Selanjutnya, dilakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana perjudian, Abraham Djami pada (23/2) pukul 00.10 wita di halaman rumah duka di dekat pinggir jalan Timor Raya, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

“Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebanyak Rp 1.147.000, layar angka dadu goyang dan tempat tutupan dadu serta satu tas bermotif kain adat sabu. Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP,” jelasnya.

Pada bulan Maret, lanjut Yudi, penangkapan dilakukan terhadap tersangka Alfred C Leleury (32) swasta, alamat RT 11/RW 003, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja pada (2/3) pukul 01.10 wita saat sedang bermain judi bola guling di jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima.

Barang bukti yang diamankan adalah uang pecahan sebanyak Rp.807.000, papan layar angka, satu buah meja nola guling dengan emapt kaki kayu, satu potong sapu tangan warna hitam, satu buah bola karet berwarna hitam, satu buah botol bedal bermerek My Baby. Pasal yang diaangkakan adalah pasal 303 ayat (1) ke 2e KUHP.

Sedangkan pada tanggal 5 Maret 2017, telah ditangkap lima tersangka yang sedang bermain judi kartu remi, di teras rumah pribadi Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Obed Dominggus Kadji di bilangan Jalan Batu Tulis RT.09/RW.02, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo.

Baca : Main Judi , Polisi Ciduk Lima Oknum Pegawai Dinas Kebersihan Kota Kupang

Tersangka yang diamankan sedang berjudi adalah, Yakob Manafe alias Kob (48) pegawai honor pada Dinas Kebersihan Kota Kupang, alamat Kompleks RSS Oesapa Blok O, nomor enam, RT.49/RW.16, Kecamatan Kelapa Lima.

Paulus D Foenale alias Paul (48) PNS pada Dinas Kebersihan Kota Kupang, alamat Kompleks RSS Oesapa Blok O, nomer enam, RT.49/RW.16, Kecamatan Kelapa Lima.

Harry Darmawan Costa alias Ari (48) PNS Dinas Kebersihan Kota Kupang, alamat Kompleks RSS Oesapa Blok O, nomor enam, RT.49/RW.16, Kecamatan Kelapa Lima.

Robert Eli Josep Foeh alias Romba (48) PNS Dinas Kebersihan Kota Kupang, alamat Kompleks RSS Oesapa Blok O, nomor enam, RT.49/RW.16, Kecamatan Kelapa Lima.

Noldi Friendy Bunga Alias Nobon (48) honorer pada Dinas Kebersihan Kota Kupang, alamat Kompleks RSS Oesapa Blok O, nomor enam, RT.49/RW.16, Kecamatan Kelapa Lima.

“Barang bukti yang ditemukan yakni uang sebanyak Rp.667.000 dan kartu remi sebanyak 52 lembar. Pasal yang di persangkakan adalah 303 Bis ayat (1) ke 1 dan ke 2 KUHP,” ujarnya.

Dia menyampaikan, saat ini para tersangka kasus perjudian sedang dalam proses penyidikan. Para tersangka tertangkap tangan sedang melakukan perjudian. Penerapan pasal 303 Bis kata, Kombes Yudi, tersangka tidak ditahan namun proses tetap berjalan.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast, mengatakan, penangkapan tersangka judi merupakan upaya Polda NTT turut melaksanakan program pimpiman Polri yakni memberantas penyakit masyarakat. “Ini adalah atensi Kapolri melalui program promoter yakni salah satunya adalah pemberantasan penyakit masyarakat,” terang Abast.