Peternakan Sapi Perah Greenfields Dapat Apresiasi Menteri Pertanian Malaysia

Bagikan Artikel ini

Malang, NTTOnlinenow.com – YB Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek, Menteri Pertanian dan Industri berbasis Pertanian Malaysia dan jajarannya mengunjungi peternakan sapi perah Greenfields di Gunung Kawi, Jawa Timur, untuk mempelajari sistem manajemen peternakan sapi perah terintegrasi yang diterapkan oleh Greenfields, Sabtu 4 Maret 2017.

“Sebagai perusahaan asal Indonesia, kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah dan berbagi pengalaman kami di bidang peternakan sapi perah dengan para sahabat dari negara tetangga. Dengan 8.000 sapi dan produksi susu sebanyak 42 juta liter per tahun, Greenfields merupakan peternakan sapi perah terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Teknologi dan sistem manajemen terintegrasi yang kami miliki memungkinkan kami memperluas bisnis ke Asia Tenggara dan sekitarnya,” ungkap Heru, Head of Dairy Farm of Greenfields dalam rilis yang diterima redaksi NTTOnlinenow.com.

Menteri Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek juga didampingi oleh Dato’ Mohd Sallehhuddin Hassan (Wakil Sekretaris Jenderal (Kebijakan) dari Kementerian Pertanian dan Industri berbasis Pertanian Malaysia), dan Dato’ Dr. Quaza Nizamuddin Hassan Nizam (Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Hewan Malaysia).

“Greenfields adalah pelopor dan pemimpin dalam peternakan skala besar di Indonesia. Setelah beroperasi selama hampir dua dekade, perusahaan ini memiliki pengetahuan yang kuat untuk memperluas bisnis mereka di luar Indonesia, termasuk ke Cina. Kami di sini untuk mempelajari beberapa praktik terbaik dalam aspek peternakan sapi perah, serta untuk melihat kemungkinan Greenfields berinvestasi di Malaysia”, ucap Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek, Menteri Pertanian Malaysia.

Dalam kunjungan itu, Kementerian Pertanian Malaysia melihat seluruh proses produksi susu, mulai dari pembibitan sapi perah unggul, proses pemerahan otomatis tanpa sentuhan tangan, pasteurisasi, serta proses pengemasan otomatis. Peternakan sapi perah Greenfields menerapkan standar internasional yang setara dengan – atau bahkan melebihi – standar peternakan sapi perah di negara-negara maju.

Jajaran Kementerian Pertanian Malaysia mengagumi peternakan sapi perah terintegrasi Greenfields yang dilengkapi dengan pemerahan otomatis serta peralatan pengolahan susu. Sistem ini mampu menjamin produk susu higienis dan berkualitas tinggi yang bisa langsung distribusikan dari fasilitas pengolahan susu.

“Di Greenfields, kami terus-menerus menerapkan kontrol yang sangat ketat untuk memastikan kualitas susu kami. Semua susu putih kami bebas dari zat aditif, pengawet, antibiotik, serta hormon. Kunjungan Pemerintah Malaysia ke peternakan kami merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami berharap Indonesia bisa menjadi model bagi negara-negara lain,” tambah Heru.

Tentang Greenfields

PT Greenfields Indonesia memproduksi susu segar berkualitas tinggi, higienis, dan kaya akan nutrisi dari 8.000 sapi Holstein yang berasal dari Australia dan kemudian dibesarkan di peternakan yang terletak di dataran tinggi Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan teknologi canggih, susu diproses melalui pasteurisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Fokus utama PT Greenfields Indonesia adalah untuk menghasilkan susu cair segar dengan kualitas terbaik, dengan bahan-bahan nutrisi alami tanpa fortifikasi apapun sehingga kandungan nutrisinya mirip dengan susu segar murni.

Dari peternakan dan pabrik pengolahan yang didirikan pada tahun 1997 dan terletak di daerah berangin pada 1.200 meter di atas permukaan laut dengan suhu 15-22oC, peternakan Greenfields memproduksi sekitar 42 juta liter susu segar murni setiap tahun, atau rata-rata 30 liter susu per sapi per hari.

Susu segar murni yang kaya akan nutrisi dari peternakan sapi perah dan fasilitas manufaktur PT Greenfields Indonesia di Malang ini juga dipasarkan di Hong Kong, Singapura, Malaysia, Filipina, Myanmar dan Kamboja. Kunjungi www.greenfieldsmilk.com untuk informasi lebih lanjut mengenai susu yang sehat dari sapi yang diternakan di Indonesia.