Jenis Usaha Koperasi dan UKM di NTT Meningkat

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Perkembangan Koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai data per 31 Desember 2016 menunjukkan, secara kuantitatif jumlah koperasi mencapai 4.059 Koperasi. 33 diantaranya merupakan Koperasi Primer/Sekunder tingkat Provinsi.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menjelaskan ini dalam rapat kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bersama Gubernur NTT dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat di Kupang, Senin (27/2/2017).

Lebu Raya menyebutkan, terdapat 12.674 orang pengurus dan menjangkau 10.062 orang tenaga kerja yang terdiri dari manajer sebanyak 1.465 orang dan 8.597 karyawan lainnya. Upah yang diberikan rata-rata sudah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Data per 31 Desember 2016 menunjukkan jumlah anggota mencapai 997.050 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 580.224 dan 416.826 orang perempuan. Kontribusi sektor koperasi terhadap APBD tahun 2016 yaitu sebesar Rp. 116.275.000 dan target tahun 2017 sebesar Rp. 100.000.000,” sebutnya.

Gubernur NTT dua periode ini mengungkapkan, jumlah modal sendiri sebesar Rp. 2.467.119.956.653, modal luar mencapai 3.312.578.287.274, dengan total aset mencapai 6.779.698.243.927, dari volume usaha sebesar Rp. 4.562.161.630.564, memperoleh Sisa Hasil Usaha sebesar Rp. 414.015.665.153.

Baca : Kesenjangan Ekonomi, Penyebab Timbul Radikalisme

“Secara kualitatif terdapat koperasi aktif dan tidak aktif. Jumlah koperasi yang tidak aktif mencapai 444 koperasi. 21 diantaranya merupakan Koperasi Primer/Sekunder tingkat provinsi, 305 diantaranya sedang dalam proses pembubaran,” ungkapnya.

Tenaga kerja yang terserap disektor koperasi sampai dengan tahun 2016 sebanyak 22.736 orang, terdiri dari 12.674 orang pengurus dan 10.062 orang karyawan.

Lebu Raya menyampaikan, di Provinsi NTT sudah terdapat 1 Koperasi berskala Nasional yaitu Koperasi TLM dan 1 Koperasi Primer Tingkat Provinsi yaitu Kopdit Obor Mas di Maumere, telah diverifikasi dan memenuhi syarat untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Secara nasional terdapat dua (2) Badan Hukum Koperasi yang memenuhi syarat sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat yaitu Kospin Jasa di Jawa Tengah dan KSP Obor Mas di NTT,” ujarnya.

Ditambahkannya, jumlah pelaku UMKM sebanyak 103.707 orang terdiri dari 76.668 pelaku Usaha Mikro, 24.936 pelaku Usaha Kecil dan 2.103 pelaku Usaha Menengah. Izin Usaha Mikro dan Kecil telah dilaksanakan di Kota Kupang dan Kabupaten Flores Timur. Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang telah mendapat Ijin Usaha sebanyak 3.759 PUMK di Kota Kupang dan 1.437 PUMK di Kabupaten Flores Timur.