Akibat Cuaca Ekstrim Banyak Ternak Mati di Manggarai

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Akhibat cuaca buruk melanda Kabupaten Manggarai selama bulan Januari dan Februari 2017 ini, sejumlah ternak milik warga masyarakat Manggarai mati.

Seperti yang terjadi di desa Pong Leko, kecamatan Ruteng, sebayak tujuh ekor sapi milik warga di desa itu mengalami kematian.

Kepala dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Dan Konstantinus ketika dikonfirmasi, Senin (27/2/2017) siang membenarkan hal itu.

Kepada wartawan, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan pengujian sample hati dua ekor sapi itu untuk diperiksa di Laboratorium tipe C Ruteng. Hasilnya ternyata positif terinfeksi Fasciola Hepatica (Cacing Hati). Hal itu disebabkan karena penyakit kembung yang dipicu oleh cuaca ekstrim.

“Itu karena konsumsi rumput basah. Apalagi ternak itu tidak dikandangkan,” ujar Dan Konstantinus.

Baca : Sekda Manggarai, Pendekatan Pembangunan yang Dilakukan Saat Ini adalah Atas Bawah dan Bawah Atas

Ketika dihubungkan dengan penyakit Antraks yaitu penyakit ternak yang belakangan ini ramai diberitakan di media massa dan kini sudah menjadi bahan perbicangan di masyarkat, dirinya membantah hal itu. Menurutnya, Antraks untuk kabupaten Manggarai terakhir di tahun 2002.

“Sekarang sudah tidak ada lagi karena setiap tahun kita lakukan vaksinasi rutin dengan memberikan vitamin dan antibiotik,” ungkapnya.

Dirinya yakin, kasus serupa tidak hanya terjadi di desa Pong Leko, tetapi juga di desa lainnya, hanya saja tidak melaporkan kepada pihaknya.

Kepada Wartawan, ia juga mengaku kesulitan pada saat melakukan vaksinasi. Pasalnya selain karena ternak itu liar, warga juga sulit mengumpulkan ternaknya pada satu tempat.

“Kita kesulitan pada saat vaksinasi. Masyarakat tidak mau mengumpulkan ternaknya disatu tempat bahkan mereka sengaja membiarkan ternaknya liar saat kita datang vaksin,” tandasnya.