Satgas Yonif Raider 641/BRU Amankan 6,6 Ton Mitan di Pantai Mota’ain

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 6,600 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah (Mitan) berhasil diamankan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/BRU sejak bertugas delapan bulan di Kabupaten Belu, Timor Barat Perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Belum lama ini menggagalkan 1,5 ton minyak tanah pada tanggal 17 Februari . Diamankan juga 1,750 liter minyak tanah di pesisir pantai Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu Sabtu (25/2/2017) dini hari pukul 01.16 Wita.

BBM tersebut digagalkan team gabungan Satgas Pamtas Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang bersama Bea Cukai Atambua dibawah pimpinan langsung Dansatgas Yonif Raider 641/Bru Letkol Inf. Wisnu Herlambang dalam operasi bersama.

Total minyak tanah yang diamankan dari penyelundupan sampai Sabtu 25 Februari 2017 sebanyak 6.600 liter. Diduga kuat BBM itu akan diselundupkan ke Timor Leste melalui jalur laut. Saat di grebek minyak tanah 1.705 liter ditimbun dalam beberapa gubuk yang terletak di pesisir pantai Mota’ain.

“Kita amankan saat patroli bersama dengan staf Beacukai. Saat digerebek tidak didapati pemilik barang bukti,” jelas Dansatgas Letkol Inf. Wisnu Herlambang ketika dihubungi NTTOnlinenow.com, Sabtu (25/2) sore.

Baca : Satgas Yonif Raider 641/BRU Gagalkan Penyelundupan 1,5 Ton Mitan ke Timor Leste

Dijelaskan, patroli gabungan bersama dilaksanakan mulai hari Jumat tanggal 24 Februari pukul 23.00 Wita yang melibatkan 13 org personil Satgas Yonif Raider 641/Bru, 15 orang personil Bea Cukai Atambua dan 2 org Satgas Pom. Rute patroli dimulai dari PLBN Mota’aian, Atapupu, Teluk Gurita dan kembali ke pantai Mota’aian dengan menyisir titik-titik rawan.

“Kita lakukan patroli di titik-titik rawan kegiatan illegal dan ditemukan timbunan minyak tanah dalam jerigen  berukuran lima liter sebanyak 1.705 liter tanpa pemilik dan 545 jerigen kosong,” urai Wisnu.

Dikatakan, barang bukti beserta jerigen kosong langsung diamankan ke Mako Satgas Umanen untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan bersama dengan barang bukti lainnya yang berhasil digagalkan ketika hendak diselundupkan.

“Barang buktinya sudah kita amankan, tinggal menunggu perintah dari Pangdam untuk dilakukan pemusnahan,”pungkas Wisnu.