Honing Sani Siap Maju Cagub NTT 2018

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Honing Sani mulai memantapkan langkah dan secara terbuka menyatakan siap maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2018 mendatang.

Hal ini disampaikan Honing Sani saat bertemu dengan sesepuh NTT yang juga mantan Wakil Gubernur NTT, Johanis Pake Pani di Kupang, Senin (20/2/2017) malam.

Kepada wartawan Honing mengatakan, sebagai politisi dirinya sudah dua kali terpilih mewakili NTT di DPR RI. Karena itu, saat ini dirinya merasa terpanggil untuk kembali ke daerah. Selain itu, dia mengaku melihat ada ruang dan kesempatan baginya untuk turut mengambil bagian dalam kontestasi politik di NTT.

“Pertemuan ini sebagai langkah awal bagi saya, sebagai politisi saya melihat ada oportunity, sehingga harus dioptimalkan. Konsekuensi dari mensosialisasikan diri adalah berimplikasi pada popularitas dalam survei,” katanya.

Karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, Honing menemui para sesepuh NTT yang ada di Kupang untuk minta restu dan dukungan agar dirinya ikut bertarung di Pilgub NTT 2018. saat ini dia mulai mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat dan dimulai dari Kota Kupang, daratan Timor dan selanjutnya ke daratan Sumba.

“Dari Labuan Bajo sampai Lembata sudah tidak asing bagi saya karena dua kali saya ada disana. Kenapa saya mulai dari Kupang, karena Kupang sebagai episentrum, sehingga apa yg terjadi di Kupang akan menunjukkan gambaran NTT pada umumnya,” katanya.

Dia mengungkapkan, salah satu alasan ikut bertarung, karena sesuai data yang ada menunjukan bahwa selama 10 tahun terakhir ini, NTT belum bisa keluar dari tiga besar daerah termiskin. Tak hanya itu, NTT juga tercatat sebagai tiga besar daerah terkorup.

Politisi muda NTT ini mengaku, sedang gencar melakukan sosialisasi agar bisa masuk dalam survei yang dilakukan partai politik, karena keputusan parpol selalu akan merujuk pada hasil survei. “Soal parpol belum ada yang pasti, namun sebagai politisi tentu saya akan cari jalan,” ujarnya.

Baca : Pleno Rekapitulasi KPU Dimulai 23 Februari

Honing pun menegaskan dirinya siap maju dengan tagline “NTT Bersih”. Sebab, menurutnya, selama ini NTT dikenal sebagai daerah yang korup. Karenanya, dia pun akan mencari figur calon wakil yang juga bersih dan tidak tersangkut persoalan hukum.

Soal calon wakil tersebut, dia mengatakan sedang berkomunikasi dengan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Menurutnya, Ayub Titu Eki adalah sosok yang bersih dan tegas. “Beliau itu menurut saya paling layak kalau bicara orang bersih yang ada saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, terkait parpol, Honing mengatakan saat ini dia sudah dipecat dari PDIP, kendati demikian dirinya mengaku masih punya jaringan dan simpatisan PDIP. Oleh karena itu, dia siap melamar jika PDIP membuka pendaftaran.

Honing menyatakan, dalam urusan politik adalah merupakan hal biasa, sehingga tidak perlu ada rasa dendam atau benci. Baginya, hal itu bukan menjadi akhir dari karir politiknya tetapi sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri.

“Soal partai, saya sudah dipecat dari PDIP sehingga saya juga sudah sampaikan kepada konstituen saya bahwa ketika PDIP buka pendaftaran maka saya juga akan mendaftar lewat partai itu, untuk menunjukan sekaligus membuktikan bahwa saya tidak ada dendam politik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yohanes Pake Pani menyatakan mendukung Honing maju di Pilgub, bilamana ada niat tulus untuk membangun NTT. Karena itu, perlu persiapan matang dan tentunya mensosialisasikan diri.

“Ini kesempatan yang bagus untuk memperkenlkan diri kepada masayarakat supaya survei yang nanti dilakukan maka bisa dikenal. Saya rasa bagus juga kalau ada kader muda yang muncul di pilkada nanti,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta Honing untuk gencar melakukan sosialisasi dan mengajak sebanyak mungkin orang untuk berjuang bersama, dengan mendekati tokoh-tokoh masyarakat serta mengajak dan merangkul para pemuda.