Petani Kecewa Benih Jagung Bantuan Gagal Tumbuh

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Benih jagung bisma yang ditanam beberapa kelompok tani (poktan) di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu gagal tumbuh, sehingga membuat petani kecewa.

Petani mengaku kecewa dengan benih jagung bisma yang diterima dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPH) dan Perkebunan Kabupaten Belu tidak sesuai dengan permintaan kelompok tani.

Merasa kecewa, Antonio Kali Bere Maria (60) salah seorang anggota poktan Tunas Harapan terpaksa menebas jagung yang sudah tumbuh tapi tidak subur untuk diganti dengan menanam jenis tanaman lain seperti kacang-kacangan.

“Habis bagaimana ini jagung tidak tumbuh. Saya tebas sudah, supaya bisa tanam dengan kacang. Kalau tidak begini, kami bisa lapar dalam tahun ini,” ucap Antonio yang ditemui di kebunnya, Jumat (17/2/2017).

Dituturkan, lahan yang diolah seluas 1,3 hektare dan sudah ditanam dengan benih jagung bisma yang diterima dari dinas teknis Pemerintah Kabupaten Belu. Dari semua benih jagung yang ditanam, hasilnya sebagian besar tidak tumbuh dengan subur sehingga ditebas.

Baca : Upah Belum Dibayar, Puluhan Pekerja PT Tribina Bersaudara Mengadu ke Disnakertrans Belu

Upaya mengganti benih jagung lain dilakukan supaya hasil tanam bisa berhasil untuk mencukupi kebutuhan makan selama satu tahun. Mereka mebeli bibit jagung di pasar dengan harga Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilogram untuk ditanam ulang.

“Kami tanam bibit jagung yang dibeli di pasar. Kalau tahun lalu masih baik, makanan cukup sampai dengan musim tanam. Tidak tahu tahun ini bagaimana, semoga hasil tanamnya baik,” kata Antonio.

Senada diungkapkan Ketua Poktan Tunas Harapan, Alfredo Soares yang mengaku kecewa dan malu dengan anggota poktan Tunas Harapan karena benih jagungnya tidak tumbuh dengan subur.

“Saya malu karena benihnya tidak tumbuh subur. Jangan sampai saya dinilai tidak serius urus kelompok,” ujar dia yang dikonfirmasi di kediamannya.

Akibat kondisi itu petani sudah menanam ulang dengan benih yang dibeli di pasar dan hasilnya cukup bagus. Sebab kalau tidak diganti dengan benih jagung lain untuk ditanam, maka hasil panen akan menurun dan para petani kesulitan makanan.