PAW Dua Anggota DPRD NTT Tunggu Jawaban Mendagri

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alftedo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Gerindra masih menunggu jawaban Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Hal ini disampaikan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno kepada wartawan di Kupang, Kamis (16/2/2017).

Anwar menyebutkan, dua anggota DPRD yang diproses PAW dimaksud yakni Jonathan Andreas Kana dari Fraksi Partai Demokrat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Satunya dari Fraksi Partai Gerindra, Antonio Soarez yang diproses PAW karena terlibat dalam persoalan hukum.

Anwar mengatakan, sesuai rencana, pelantikan dua anggota antar waktu dari dua fraksi itu berlangsung pada Januari 2017. Karena semua kelengkapan administrasi berkaitan dengan proses PAW itu sudah dikirim ke Mendagri pada akhir tahun 2016. Administrasi yang dilengkapi itu seperti surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai dan surat keterangan dari KPU tentang perolehan suara para calon anggota legislatif (Caleg) hasil pemilu 2014 dari kedua partai.

“Karena semua dokumen sudah dikirim ke pemerintah pusat, tinggal saja menunggu jawaban dari Mendagri,” kata Anwar.

Dia menyatakan, jika sudah ada jawaban dari Mendagri, langsung diagendakan untuk menggelar paripurna pelantikan anggota dewan antar waktu. Prinsipnya, tidak ada penundaan pelantikan, sehingga jumlah anggota DPRD NTT kembali genap sesuai hasil pemilu legislatif 2014, yakni sebanyak 65 orang. Ini juga berkaitan dengan penempatan kader fraksi di alat kelengkapan dewan dan aspek terkait lainnya.

Baca : Menang di Lembata, Medah Instruksikan Golkar Dukung Paslon Terpilih di Flotim & Kota Kupang

Anwar menyampaikan, DPRD NTT hasil pemilu 2014 telah melantik tiga anggota dewan antar waktu dari tiga partai berbeda. Pelantikan tiga anggota dimaksud karena mereka maju dalam pentas pilkada kabupaten sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun 2015 lalu. Proses pelantikan waktu itu dilaksanakan pada kesempatan pertama setelah ada jawaban dari Mendagri.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Winston Rondo menjelaskan, berkaitan dengan pergantian Jonathan Kana yang meninggal beberapa waktu lalu, partai telah melengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Surat keputusan dari DPP dan surat keterangan dari KPU soal perolehan suara pada pemilu legislatif 2014 lalu pun sudah dilengkapi. Proses selanjutnya sesuai dengan mekanisme di lembaga dewan dan pemerintah provinsi.

“Kita harapkan dalam waktu dekat pelantikan untuk anggota antar waktu sudah bisa dilakukan sehingga jumlah anggota fraksi kembali genap yakni delapan orang. Selain itu bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama di alat kelengkapan dewan yang akan ditempati,” kata Winston.

Dia menambahkan, anggota dewan antar waktu yang menggantikan almarhum Jonathan Kana itu yang meraih suara terbanyak kedua dari daerah pemilihan Sumba. Nama yang diusulkan yakni Umbu Hiya Hamataki yang pada pemilu 2014 meraih 4.904 suara.

Untuk diketahui, tiga anggota dewan antar waktu hasil pemilu 2014 yang telah dilakukan pada awal 2016 lalu yakni Kornelis Soi dari Fraksi PDI Perjuangan diganti oleh Emanuel Kolfidus karena maju sebagai calon bupati Ngada. Thobias Wanus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diganti oleh Yohanes Rumat yang maju menjadi calon bupati Manggarai Barat. Abraham Litinau dari Fraksi Partai Gerindra diganti oleh Rambu Ata Opung yang maju sebagai calon wakil bupati Sumba Timur.