Ahok- Djarot Disarankan Bangun Dialog dengan Agus- Sylvi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Peraih suara terbanyak hasil perhitungan cepat pilkada DKI Jakarta, Ahok- Djarot disarankan agar sebaiknya membangun dialog dengan Agus- Sylvi untuk menyamakan persepsi dalam membangun Jakarta ke depan.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus sampaikan ini dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Kamis (16/2/2017).

Petrus mengatakan, sikap sportif pasangan Agus-Sylvi yang langsung melakukan kontak telepon dan menyampaikan selamat atas keunggulan perolehan suara Ahok-Djarot dalam pilgub putaran pertama, beberapa saat setelah tereleminasi berdasarkan perhitungan cepat, patut diapresiasi. Ini sebagai sikap anak muda yang kesatria dan mengerti fatsun politik. Akan lebih baik kalau fatsun politik itu terus berlanjut dan ditingkatkan dengan ajakan dialog dari Ahok-Djarot menjadi hubungan yang bersifat dialogis dari hati ke hati, untuk menjalin komunikasi secara konstruktif sebagai sesama calon pemimpin membagun Jakarta dan bangsa ini di masa yang akan datang.

“Hubungan komunikasi itu bukan saja antara Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot akan tetapi juga akan lebih baik dibangun komunikasi dan/atau dialog antara Ahok-Djarot, Anies-Sandi bersama Agus-Sylvi demi mendinginkan suasana sesuai dengan adat ketimuran,” kata Petrus.

Pada kesempatan itu advokat Peradi ini menyampaikan, TPDI mengapresiasi dan mendukung sikap Agus-Sylvi yang sudah membangun komunikasi dengan Ahok-Djarot sebagai sebuah fatsun politik. Namun demikian, TPDI dan juga seluruh warga Jakarta berharap agar hubungan komunikasi yang sudah dimulai antara Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot melalui kontak telepon itu, seyogianya tidak hanya sekedar memenuhi tradisi fatsun politik semata-mata. Diharapkan, hubungan komunikasi itu harus lebih ditingkatkan lagi menjadi hubungan yang bersifat dialogis dan terbuka untuk saling menyamakan persepsi dalam menbangun bangsa ini ke depan.

Petrus menyatakan, Agus- Sylvi boleh saja mengalami kesuksesan yang tertunda, akan tetapi kontribusi pemikiran untuk sama-sama membangun Jakarta demi bangsa ini ke depan sangat diharapkan publik. Tidak ada hal yang lebih baik dari pada saling menjelekan dalam kampanye. “Yang paling penting, membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih konstruktif untuk masa depan Jakarta dan bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Petrus menambahkan, dengan pengalaman Agus-Sylvi pada bidang tugas dan profesi masing-masing, berikut pengalaman panjang dan melelahkan selama masa kampanye pilgub, kiranya sangat beralasan dan sangat urgent untuk dilakukan dialog secara face to face.

Selain itu, untuk memformulasikan semua konsep atau pemikiran yang selama kampanye nampak masih tercecer. Kiranya dengan dialog secara timbal balik, Ahok-Djarot dan Agus- Sylvi di satu pihak dan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di pihak yang lain, dapat memberikan kontribusi berupa lahirnya pemikiran yang konstruktif untuk mebangun Jakarta yang lebih baik. Sekaligus melahirkan kondisi yang lebih harmonis, ketika Ahok-Djarot dan Anies-Sandi memasuki putaran kedua pilgub DKI Jakarta pada April 2017 mendatang.