Warga Baudaok Dapat Pengobatan Gratis dan Sembako Dari Satgas Yonif 641/R

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Untuk kesekian kalinya Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang menggelar kegiatan bakti sosial peduli masyarakat perbatasan di wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Timor Leste.

Bertempat di Pos Mahen, Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Sabtu (11/2/2017) Batalyon asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat melangsungkan kegiatan pengobatan massal secara gratis, khitanan massal serta pembagian sebanyak 75 paket sembako bagi warga setempat.

Penyerahan secara simbolis paket sembako oleh Dansatgas Tonif Raider 641/Beruang, Letkol Inf. Wisnu Herlambang kepada warga bersamaan Pejabat Polsek Lasiolat, Kades Baudaok, Dankipur I serta Danpos Mahen Satgas Yonif Raider 641/BRU.

Menurut Wisnu, kegiatan bakti sosial yang digelar satuan Yonif Raider 641/BRU merupakan salah satu tugas dari program pembinaan teritorial kemanunggalan TNI selain tugas pokok. Baksos di Pos Mahen hari ini merupakan yang terkahir dilaksanaan di 20 pos Satgas yang berada di garis perbatasan.

“Kita sudah lakukan baksos di 19 pos termasuk hari ini di Pos Mahen. Selain pengobatan massal secera gratis, sunatan massal, pembagian paket sembako, ada juga pembagian alkitab dan budidaya menanam ubi ungu,” ujar dia.

Dikatakan, rangkaian kegiatan baksos yang telah dilaksanakan Satgas wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat perbatasan Belu dengan Timor Leste. Tujuannya bantu mengurangi kesulitan bapak-ibu warga desa, khususnya yang berada di desa pelosok yang kesulitan dengan pelayanan kesehatan.

“Niat kita ingin sedikit membantu kesulitan bapak-ibu, khususnya yang berada di batas. Kita hanya sebatas bantu 75 paket sembako, jadi kemampuan kita hanya terbatas membantu warga. Kita juga membantu sunatan biar secara kesehatan reproduksi bersih,” ucap Wisnu.

Baca : Satgas RI-RDTL Yonif Raider 641 Adakan Pengobatan gratis Warga Perbatasan Lakmaras

Lanjut Wisnu, setelah bakti sosial ini kami masih melaksan tugas kurang lebih dua bulan di perbatasan Belu. Apabila ada warga yang masih kendala dengan kesehatan bisa berobat ke Pos karena ada bintara dan tamtama kesehatan atau bisa konsultasi dengan dokter di Mako Satgas.

“Kita berharap, Satgas pengganti berikutnya tetap terus membantu kesulitan warga perbatasan dalam hal mengurangi beban dibidang kesehatan, pendidikan juga sosial lainnya,” pinta Dansatgas Yonif Raider 641/BRU.

Kepala Desa Baudaok, Robertus Ulu mengungkapkan kegiatan baksos yang digelar Satgas Yonif Raider 641 sangat positif karena telah membantu mengurangi beban warga desa yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Ada sesuatu hal yang baik yang harus kita petik dari kegiatan baksos hari ini,” ujar dia.

Atas nama warga Baudaok, Ulu menyampaikan terima kasih banyak kepada Satgas atas kepedulian yang telah memberikan bantuan pengobatan dan pembagian paket sembako. Ini juga merupakan nilai tambah kepada warga untuk memperbaiki spirit kepada warga di wilayah perbatasan agar tetap semangat mencintai tanah air dan mempertahankan NKRI.

“Pengobatan gratis yang diberikan ini demi kebaikan kesehatan kita semua di desa. Kalau nanti pergantian satgas baru kami harap terus lanjutkan kegiatan peduli warga batas ini,” pinta dia.

Diketahui, sebanyak 150 warga Desa Baudaok dari anak-anak, orang dewasa hingga manula dari dusun Fatubesi, Kabanasa dan Fatululi yang menerima pelayanan kesehatan secara gratis dari tim dokter Satgas dibantu tenaga medis puskesmas. Rata-rata warga mengalami sakit lambung, nyeri-nyeri batuk dan pilek. Sementara untuk sunatan massal ada sebanyak 32 anak-anak sekolah dasar dan sekolah tingkat pertama.