Pemkab Mabar Dinilai Lamban dan Tidak Peka

Bagikan Artikel ini

Laporan Merten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Lambatnya penanganan bencana tanah longsor di wilayah Ciko Terong, desa Kempo, kecamatan Mbliling, kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dijalur trans Flores jurusan Ruteng-Labuan Bajo, Kamis, 9 Januari 2017 kemarin hingga hari ini, Jumat, 10 Februari 2017 baru dilanjutkan evakuasi, selain menyebabkan aktivitas lalulintas pada jalur itu lumpuh total,.

Sejumlah para pengemudi dan penumpang mengaku sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) yang dinilai sangat lamban dan tidak peka dalam penanganan masalah bencana di wilayah itu.

Sejumlah pengemudi bis dan travel jurusan Ruteng-Labuan Bajo dan penumpang kepada NTTOnlinenow.com, mengaku kesal dan sangat kecewa dengan sikap Pemkab Mabar, pasalnya sangat lamban dan tidak peka dengan situasi dan kondisi yang tengah terjadi saat ini.

Mereka menilai Pemkab Mabar tidak bisa berbuat apa-apa terkait bencana tersebut. Sebagai Pemerintah mestinya siap melayani masyarakat, terlebih pada musim-musim seperti ini.

Baca : Lalulintas Ruteng Labuan Bajo Lumpuh Total Akibat Longsor

“Mestinya dijalur ini selalu standby alat berat sebagai satu-satunya jalur utama trans Flores bagian barat. Apalagi setiap saat jalur ini dilalui wisatawan asing maupun domestik,” ungkap Jon dan Roman dua penumpang travel kepada wartawan Kamis malam di lokasi kejadian itu.

Kedepan mereka meminta agar pemerintah harus selalu siap dan standby dalam mengahadapi masalah, bukan hanya bencana tanah longsor saja namun juga seluruh kepentingan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan Pemkab Mabar termasuk pihak terkait lainnya belum berhasil dikonfirmasi.