Lalulintas Ruteng Labuan Bajo Lumpuh Total Akibat Longsor

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Aktivitas lalulintas trans flores jalur Ruteng-Labuan Bajo, hari ini, Kamis (9/2/2017) lumpuh total akhibat longsor sepanjang kurang lebih 50-an meter di wilayah Ceko Terong desa Kempo, Kecamatan Mbliling, kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita pagi tadi akhibat hujan deras yang disertai dengan angin kecang melanda wilayah itu belakangan ini.

Pantauan NTTOnlinenow.com siang tadi dilokasi kejadian terlihat tumpukan material tanah longsor dan kayu kemiri berukuran besar juga ikut tumbang.

Dari arah berlawanan Labuan Bajo-Ruteng, terlihat pula antrian panjang kendaraan roda 2 (sepeda motor) maupun roda 4 (mobil) memenuhi badan jalan.

Sejumlah kendaraan roda 2 milik pengendara yang melintasi lokasi tersebut terpaksa dipapah dan di pikul menggunakan jaza stapel, namun dengan biaya Rp.50 ribu hingga Rp.100 ribu per kendaraan.

Terlihat pula 2 unit alat berat jenis Loder milik dinas PU Mabar dan PT Floresco sedang parkir didekat lokasi longsor. Namun kedua-duanya tak bisa beroperasi karena mengalami kerusakan pada bagian yang sama, yaitu ban bagian kiri pecah.

Baca : Kantor PLN Ruteng Tertimpa Pohon, Listrik Padam Total

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas lalulintas pada jalur tersebut masih lumpuh dan antrian panjangpun masih terjadi.

Tak jauh dari lokasi yang sama, di Wae Ngguar terdapat pula sejumlah titik rawan longsor, seperti badan jalan retak berukuran besar sepanjang kurang lebih puluhan meter. Selain itu 7 unit rumah milik warga juga ikut rusak parah tanah turun atau amblas sedalam kurang lebih 1,5 meter.

Sementara warga sekitar terpaksa mengungsi ke dusun Golo Tantong perkampungan sekitar.

Pasangan suami isteri, Petrus dan Rosalia Koi kepada NTTOnlinenow.com siang tadi menuturkan, kejadian itu sudah terjadi 3 hari lalu sekitar dini hari saat mereka masih tidur nyenyak. “Kami kaget melihat rumah kami rusak parah dan tanah ini turun dan amblas,” tutur Petrus.

Menurutnya Pemkab Mabar telah mendatangi lokasi dan bertemu dengan mereka membawa bantuan beras 500 kg dan uang Rp. 500 ribu.

Warga bersama sejumlah para pengendara meminta kepada Pemkab Mabar agar segera mendatangkan alat berat menggali material longsor itu agar jalur itu kembali normal.