Krimsus Polda NTT Lidik Jalan Perbatasan Yang Putus

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Kapolda Tinjau Lokasi Jalan di Asulait
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selesai silaturahmi di Mako Yonif Raidersus 744/SYB, Kapolda NTT Brigjen Pol. Agung Sabar Santoso bersama rombongan pejabat Polda, Kapolres Belu, Dansatgas Yonif Raider 641/BRU, Kasdim 1605/Belu dan Camat Tasifeto Timur langsung meninjau lokasi jalan sabuk merah perbatasan RI-RDTL yang putus di dusun Asulait, Desa Sarabau.

Pantauan media, Selasa (7/2/2017) Kapolda NTT bersama rombogan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke pusat lokasi bencana tersebut lantaran hujan yang turun. Perjalanan tidak bisa dilanjutkan, Kapolda Agung bersama rombongan hanya sampai di penghujung jalan cekdam yang merupakan jalur yang terancam longsor.

Bersamaan juga hadir perwakilan PT Nindya Karya yang berada di lokasi bersama-sama dengan rombongan Kapolda. Kurang lebih 20 menit lamanya melihat jalur tersebut, rombongan Kapolda langsung meninggalkan lokasi menuju ke Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tastim yang berbatasan langsung dengan Batugade, Distric Bobonaro, Timor Leste.

Sebelumnya, Kapolda Agung usai tatap muka di Mako Polres Belu kepada awak media mengatakan, kunjungan kerja (kunker) ke wilayah hukum Polres Belu guna memperkenalkan dirinya sebagai Kapolda NTT yang baru dilantik sebulan lalu. Selain itu juga dirinya ingin melihat wilayah perbatasan juga ingin melihat lokasi jalan yang putus.

“Segala kemungkinan bisa terjadi, kita hanya ingin lihat saja kenapa bisa longsor, kan jalan itu baru,” ujar dia.

Dia membenarkan, terkait jalan sabuk perbatasan yang putus pihaknya melalui Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) tengah menanganinya dimana melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan pembangunan proyek jalan tersebut yang menelan anggaran negara ratusan miliar. “Ya, dari Krimsus lagi lidik, kerja sama dengan instansi terkait,” sebut mantan Kapolda Sulawesi Tenggara itu.

Baca : Kekompakan Polri dan TNI Modal Bagi Bangsa Menjaga NKRI

Untuk diketahui, pada hari Kamis 2 Februari pagi lalu Tim Direskrimsus Polda NTT dibawah pimpinan Iptu Hata Sodaali telah turun ke lokasi guna memantau kerusakan jalan sabuk merah perbatasan di dusun Asulait, Desa Sarabau. Tim melakukan pengumpulan keterangan dengan mengambil beberapa sampel material seperti tanah, batu dan aspal di sekitar lokasi jalan amblas tersebut. Tidak saja itu, Tim Kejaksaan Negeri Belu juga langsung turun memantau ke lokasi bencana jalan putus yang menghubungkan Asulait dan pusat Ibu Kota Kecamatan Tastim.

“Tim penyidik Polda di lokasi untuk memantau dari dekat kejadian jalan putus itu. Ada beberapa sampel material di lokasi yang diambil untuk pulbaket. Kita hanya bantu saja dan fasilitasi tim untuk sampai ke lokasi, karena kejadiannya di wilayah hukum Polres Belu,” ujar Kapolres Belu AKBP Michael Ken Lingga melalui Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Ricky.

Jalan sabuk merah perbatasan RI-RDTL di dusun Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tastim putus total setelah longsor akibat diguyur hujan deras yang tidak berhenti pada Jumat(27/1/2017) lalu. Jalur penghubung Desa Sadi menuju Dusun Asulait dan Dusun Oeleu Desa Bauho dikerjakan oleh PT NK pada tahun 2015 lalu yang menggunakan dana APBN.

Akibat putusnya jalan tersebut, akses masyarakat di dua wilayah perbatasan tersebut lumpuh total. Terkait hal tersebut pihak PT NK dan PPK yang menangangi proyek jalan itu telah turun ke lokasi Minggu 29 Februari lalu untuk melihat secara langsung kondisi jalan putus tersebut.