Jembatan Penghubung Kolam Susuk-Dermaga Gurita Ambruk

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jembatan Aufuik yang menghubungkan Kolam Susuk dan Dermaga Teluk Gurita di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste ambruk.

Pantauan media, Senin (6/2/2017) sore sekitar pukul 16.30 wita, jembatan yang terdapat di jalur Aufuik, Dusun Susuk RT 14 Desa Dualaus itu mengalami patah hingga ambruk pada ujung jembatan batas aspal dari arah dermaga teluk gurita yang merupakan salah satu pelabuhan penyebarangan orang di wilayah Atapupu.

Kondisi jembatan dengan panjang kurang lebih 6 meter, lebar 5 meter itu  ambruk setengah bagian jembatan. Sementara sisa setengah bagiannya dari arah Aufuik aspal jalan retak. Diujung jembatan bagian kanan tanah batas dengan laut, tembok penahan telah rubuh dan tanah tebing longsor.

Selain itu pada sisi kiri jembatan bagian hutan, kedua tembok penahan jembatan jebol. Tanah tebing longsor terkikis air sungai. Posisi tembok penahan bersambungan dengan saluran sungai. Banjir yang meluap mengikis tanah ditambah dengan air laut pasang hingga gelombang menghantam tembok penahan sebelah menjadi penyebab abmbruknya jembatan.

Baca : JATAM Nasional Minta Waspadai Ijon Politik Pertambangan di Pilkada Lembata

Patahnya badan jembatan itu terpaksa  membuat warga pengguna jalan yang pengemudi kendaraan baik sepeda motor maupun kendaraan besar selalu berhati-hati saat melewati jembatan yang terancam amblas itu. Kondisi ambruknya jembatan semakin parah karena dilalui kendaraan roda besar yang tengah mengerjakan proyek di puncak bukit gurita. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian serius guna perbaikan. Namun apabila tidak segera diperbaiki, maka jembatan tersebut akan amblas.

Terpisah Kepala Desa Dualaus, Oktovianus Bidalis Nape yang dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan, kejadian ambruknya jembatan di jalur Aufuik sejak hari Kamis tanggal 2 lalu.

“Itu karena hujan yang turun terus, sehingga air banjir meluap memukul penggalian pada bagian kiri akhirnya tanah longsor dan ujung badan jembatan patah,” jelas dia.

Dikatakan, pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan membuat laporannya dan akan disampaikan ke Bupati Belu. Selanjutnya kita menunggu petunjuk lebih lanjut, apakah jembatan itu akan diambil alih perbaikan oleh Pemkab atau pihak Propinsi.