Dana PEM Berdayakan Ekonomi Rakyat

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) merupakan salah program  unggulan Wali Kota Jonas Salean di sektor ekonomi dan usaha kecil. Program  prorakyat ini sudah diluncurkan sejak tahun 2013 melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di 51 kelurahan senilai masing-masing Rp 500 juta. Untuk kepentingan itu Pemerintah Kota Kupang menyediakan Rp 25,5 miliar dalam APBD pada awal peluncurannya.

Dana itu lalu digulirkan kepada warga yang memiliki usaha kecil untuk kepentingan memacu produktivitas dan hasil usahanya sesuai jumlah kebutuhan yang diminta dalam pengajuannya.

Jangkaun dana bantuan pengembangan ekonomi masyarakat dalam sejumlah jenis usaha produktifnya sejak 2013 hingga 2016 ini telah melingkup 10.476 usaha kecil masyarakat dengan jumlah rupiah yang sudah beredar di wilayah Kota Kupang sebanyak Rp 45,717 miliar.

Tidak berlebihan jika dalam rancangan program untuk lima tahun ke depan di periode 2017-2022, program yang disalurkan tanpa bunga dan jaminan ini, diluncurkan lagi dengan sejumlah penambahan item. Antara lain,  perluasan jenis usaha, penambahan waktu cicilan dari 12 bulan menjadi 18 bulan, serta penambahan kuota bantuan hingga mencapai Rp 10 juta.

Untuk kepentingan itu pasangan calon wali kota Kupang Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus atau Paket ‘Sahabat’ akan menambah kuota alokasi untuk LPM 51 kelurahan menjadi Rp 1 miliar. Ada penambahan sejumlah Rp 500 juta dari dana yang sedang bergulir di tengah masyarakat saat ini senilai Rp 500 juta.

Pemberian tambahan kuota dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar ini dimaksud untuk lebih meningkatkan daya produksi para warga penerima untuk meningkatkan usahanya.

Hasil penelitian  sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang membuktikan  kemajuan yang sangat berarti dari pemberian bantuan dana itu. Dasar itulah mendorong Paket ‘Sahabat’ akan melanjutkan program bantuan itu.

Baca : Ketika Warga Berduka, Pemkot Beri Santunan

Warga RT 016/RW 007 Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Aba Simat Abdullah (35), seorang pemilik kios, mengaku sangat terbantu dengan program bantuan dana bergulir tanpa bunga yang diberikan Wali Kota Kupang Jonas Salean. Dia mengaku dengan bantuan dana itu  usaha kios yang dirintis sejak 2010  sudah berjalan baik dengan omzet mencapai Rp 20 juta.

Suami Imelda Kia ini mengatakan, telah meminjam dana PEM untuk dua periode, dengan jumlah bervariasi, masing-masing periode pertama di 2015 berjumlah Rp 5 juta. Sedangkan untuk periode kedua sebanyak Rp 10 juta. Dari dua kali pinjaman itu, dia bisa membeli tambahan barang dagangannya untuk meningkatkan pemasukan setiap hari.

“Kalau dulu belum ada dana PEM, saya hanya berdagang rokok beberapa bungkus dan pulsa dengan jumlah omzet kios hanya Rp 1,3 juta saja. Tetapi dengan dua kali dana bantuan PEM, omzet kios saya ini sudah bisa capai Rp 20 juta. Jenis barang dagangan saya sudah beragam,” katanya.

Dia mengaku, sangat bisa mengakses dana PEM karena sejumlah kemudahan yang diberikan pemerintah yang melekat dalam dana bantuan itu.  Contohnya, pengembalian baru diberlakukan setelah tiga bulan dana dimanfaatkan. Selain itu, tidak ada bunga pinjaman.

“Jadi kami terima Rp 10 juta misalnya untuk tahap kedua ini, kami dapat utuh jumlah itu. Pengembalian cicilannya juga tanpa bunga. Meski diberlakukan jangka waktu satu tahun, tapi kami sangat bisa menjangkaunya.  “Jujur saya sangat terbantu dengan program bantuan dana PEM ini. Saya tidak perlu lagi cari kerja lain seperti  saat dagangan kios saya masih minim dengan omset sedikit,” katanya.

Warga lainnya di Kelurahan Oebobo, RT 35/RW 11 Melkianus Ora Pau juga merasakan hal sama. Menurut dia, ada gairah baru dalam menjalankan profesinya sebagai pedagang sayur keliling dengan bantuan dana bergulir tanpa bunga itu. “Dulu saya terikat utang dengan rentenir dan sekarang sudah bisa bebas karena  bantuan modal dari dana PEM ini,” katanya.

Dia berharap bisa terus dilanjutkan program yang sangat penting bagi masyarakat ini, agar keberlanjutan kehidupan usaha yang ada terus berkembang. “Apalagi kami masyarakat kecil dengan usaha kecil ini. Kami punya harapan agar program ini bisa dilanjutkan,” tandas Ora Pau.