Korban Banjir Bandang di TTU Pindah Ke Kamp Pengungsian

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Memasuki hari keempat setelah banjir melanda delapan desa di dua kecamatan wilayah Pantura, kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, tim untuk membantu korban bencana banjir bandang terus berdatangan.

Sejak Jumat, pagi di dusun Maubesi desa Nonotbatan kecamatan Biboki Anleu telah tiba tim untuk membantu para korban, dari TNI yakni Kodim 1618/TTU, Yonif 744 dan Polres TTU masing – masing menurunkan 1 peleton sedangkan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan BNPBD TTU masing – masing satu regu.

Kegiatan gotong royong membantu korban bencana banjir, mulai dilaksanakan Jumat (03/02/2017) dan ditargetkan selesai pada Senin (06/02/2017) selesai. Dandim 1618/TTU Letkol Arm Budi Wahyono, yang dikonfirmasi melalui Kasdim Mayor Inf Nanang Sulastyo menjelaskan berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara bersama – sama adalah untuk meringankan beban para korban bencana.

Baca : Dandim 1618 TTU Salurkan Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir Bandang

“Kegiatan di hari pertama, pada Jumat (03/02/2017) meliputi Normalisasi sungai Maubesi oleh regu dari BNPBD dengan menggunakan satu unit alat berat jenis excavator bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum TTU, pemasangan tenda jadi oleh personil Polres TTU di lokasi pengungsian, pembersihan puing – puing rumah yang terkena musibah banjir bandang oleh gabungan personil kodim 1618 TTU, Polres TTU, Yonif 744 dan Satuan Polisi Pamong Praja”, jelas Kasdim Nanang.

Lebih lanjut dijelaskan Kasdim Nanang, kegiatan kemanusiaan lainnya masih terus dilaksanakan. “Pada hari kedua, Sabtu (04/02/2017) kegiatan kemanusiaaan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan para korban oleh tenaga medis dari dinas kesehatan kabupaten dan kecamatan, ketersediaan makanan dan minuman yang cukup dalam tenda dapur umum dan untuk melancarkan akses jalan dari lokasi kejadian bencana ke kamp pengungsian warga, dari dinas Pekerjaan Umum telah membuka jalan baru menggunakan satu unit excavator kemudian membangun tenda-tenda tambahan untuk para korban banjir. Sedangkan personil gabungan Kodim 1618/TTU dibantu personil Koramil 1618-06/Bian dan Polres TTU dibantu Kapolsek Bian bersama anggota, beserta instansi terkait, telah membangun MCK sementara”.

Data yang diterima dari masing – masing Camat, akibat banjir bandang yang merendam dua kecamatan di wilayah pantura ini merubuhkan puluhan rumah. Untuk kecamatan Insana Utara, tercatat 66 rumah yang mengalami kerusakan parah dengan rincian desa Humusu Oekolo 26 rumah, desa Oesoko 7 rumah dan desa Humusu Wini 33 rumah. Sedangkan kondisi terparah dialami warga kecamatan Biboki Anleu, dusun Maukita dan Maubesi terdata 61 rumah diobrak abrik banjir bandang. Dari 61 rumah tersebut sebanyak 47 rumah rubuh dan 14 rumah lainnya mengalami rusak berat.