Ketika Warga Berduka, Pemkot Beri Santunan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tenda duka masih berdiri di rumah yang terletak di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Kursi-kursi yang dipakai duduk para pelayat terlihat berserakan di berbagai sudut. Wajah sang tuan rumah, Daniel Toleus, warga Kelurahan Kuanino, RT 001/RW 001 masih terlihat lelah.

Walau demikian, ada rasa syukur yang terucap dari mulutnya. “Saya bersyukur karena bantuan Bapak Jonas Salean melalui Program Uang Duka untuk rakyat miskin dapat meringankan beban saya,” pungkas Daniel.

Bagi Daniel Toleus bantuan uang duka dari Pemerintah Kota Kupang sangat membantu dirinya dalam menghadapi kedukaan. Walau kecil menurut banyak orang tapi uang duka sangat bermanfaat bagi keluarga yang berduka. “Bagi orang lain jumlah uang itu kecil tapi bagi saya sangat berarti,” katanya.

Hal senada dikemukakan Nurma Yulianti Magangma, warga Kelurahan Fatufeto, RT/023 RW/007. Menurut Nurma, saat berduka apalagi orang yang berkekurangan sangat memerlukan bantuan. Karena itu, bantuan duka bagi warga miskin Kota Kupang harus dilanjutkan dan tidak boleh dihapus “Jangan hapus program uang duka bagi warga miskin, karena itulah program nyata yang prorakyat dan membantu rakyat. Pak Jonas sudah bantu banyak orang. Terima kasih Bapak Jonas,” kata Nurma.

Baca : Berbagai Penghargaan Diterima Jonas Salean

Matias Gede Lalong warga Namosain RT 018/RW 006 mengungkapkan,  bantuan uang duka yang dia terima sangat membantu di kala dirinya ditimpa duka. Kepedulian semacam ini perlu dilakukan oleh Pak Jonas sampai kapan pun. Jangan lupa orang miskin saat berduka. “Orang miskin yang berduka dan mendapat perhatian Pak Jonas itu bukti bahwa Pak Jonas sangat peduli dengan orang miskin. Pak Jonas sonde hanya omong-omong sa tapi sudah buktikan,” kata Matias.

Wali Kota Kupang nonaktif Jonas Salean ketika ditanya mengenai latar belakang program uang duka bagi rakyat miskin di Kota Kupang mengatakan, dirinya berasal dari keluarga miskin. Karena itu, kesulitan hidup yang dihadapi warga Kota Kupang ini sangat dipahami oleh dirinya.  “Saya bisa rasakan bagaimana susahnya kita yang tidak punya apa-apa kalau ada kedukaan di rumah. Maka itulah saya buat program ini untuk bantu rakyat yang susah,” kata Jonas.

Program bantuan duka kepada keluarga miskin mulai dijalankan  September  2013. Dalam TA 2013 sebanyak 84 warga miskin Kota Kupang yang mendapatkan bantuan uang duka tersebut.  Selanjutnya Tahun Anggaran 2014 sebanyak 1.014 warga miskin penerima bantuan uang duka. Tahun 2015 sebanyak 879 warga, dan sampai November 2016 sebanyak 793 warga.

“Yang menarik dari angka-angka tersebut yakni semakin berkurang dari tahun ke tahun bantuan duka buat orang miskin. Itu artinya, ada peningkatan derajat kehidupan masyarakat miskin di Kota Kupang berkat sentuhan  program-program prorakyat Pemkot,” pungkas Jonas Salean.