Banyak Faktor Pengaruhi Tingkat Produksi Pangan di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Terdapat banyak faktor yang turut mempengaruhi tingkat produksi pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni iklim, pola tanam polikultur, ketersediaan bibit, produktifitas bibit tertentu, pola konsumsi, tujuan produksi dan tradisi atau adat istiadat.

“Sedangkan konsumsi bahan pangan dipengaruhi berbagai alasan misalnya ketersediaan, kepraktisan pengolahan, cara penyajian dan rasa,” kata Project Leader Perkumpulan PIKUL, Danny Wetangterah di Kupang, Jumat (3/2/2017).

Menurut Danny, penelitian keragaman pangan lokal oleh PIKUL pada tahun 2013 di Timor, Sabu, Lembata, dan Rote mengumpulkan kurang lebih 35 golongan bahan lokal dari serealia, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Namun, tingkat keragaman yg ditemukan oleh PIKUL masih dikonsumsi itu tidak sampai pada meja hidangan masyarakat.

“Kalau siapa yang sering ke desa pedalaman Timor jarang mendapati suguhan menu pangan beragam yang berbasis lokal seperti jagung, sorgum, ubi dan sebagainya karena masyarakat di desa malu untuk menyajikan kepada tamu yang dari kota,” kata Danny.

Baca : Peserta Beasiswa Australia Study Lapangan di Kebun Ubi Ungu Iban Medah

Danny menilai terkadang masyarakat di desa menyajikan biskuit dan mi instan yang cepat saji untuk dimakan tamu. Rasa malu itu didasarkan pada perasaan takut atau minder bahwa orang kota tidak akan makan pangan lokal yang mereka siapkan.

Tidak dihindari bahwa kelas menengah di perkotaan dapat menjadi pendorong percepatan produksi pangan lokal. Pola konsumsi dan gaya hidup perkotaan masih menjadi acuan bagi penduduk pedesaan termasuk pola kunsumsinya.

“Karena itu membangun basis pendukung pangan lokal yang juga mempraktekan konsumsi pangan lokal menjadi penting termasuk menyebarluaskan gagasan tentang pangan lokal yang beragam,” jelasnya.

Di Kota Kupang, PIKUL telah terkoneksi dengan individu dan grup-grup antusias untuk terlibat dalam kampanye pangan lokal dan pangan beragam. Sejumlah grup telah mengusulkan beberapa aktifitas inovasi berkaitan dengan perluasan pengetahuan sebagai titik awal membangun pendukung untuk kampanye di tingkat kota.