Terseret Banjir, Tiga Pekerja Bendungan Raknamo Tewas

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tiga orang pekerja Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas terseret banjir di anak Sungai Puames, jalan masuk lokasi bendungan tersebut, Senin 30 Januari 2017.

Sesuai keterangan dari korban selamat atas nama Suryaman dan Erik Aripin, bahwa pada anggal 30 Januari 2017 telah dilaksanakan pekerjaan leveling lahan untuk pengecoran jalan (Rigid Pavement) pada lokasi STA. 2+789, sekitar jembatan ke tiga dari jalan masuk ke lokasi proyek. Kondisi cuaca pagi hari sampai waktu makan siang (diperkirakan jam 12.00) cerah. Setelah makan siang, pekerjaan dilanjuntukan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Raknamo, Frengki Welkis menjelaskan, sekitar pukul 13.00 wita cuaca mulai mendung disertai gerimis. Melihat kondisi cuaca, Moses Masan yang adalah Asisten Pelaksana PT. Waskita Karya memerintahkan Erik Aripin, operator alat untuk menghentikan pekerjaan, sementara tiga pekerja lainnya yakni Ade Jumad (Jujuh), Rahmad Supriyanto (Supri), dan Suryaman (Surya) lebih dahulu berteduh di bawah jembatan atas inisiatif Moses Masan.

Setelah parkir alat, Erik dan Moses menyusul ke bawah jembatan dengan maksud untuk berteduh dari hujan yang sudah mulai deras, kondisi air yang mengalir disungai melalui jembatan tidak begitu besar, mengalir melalui sisi kiri dan kanan jembatan (box culvert). Sedangkan pada tengah jembatan (box culvert) masih belum ada aliran air (kering), sementara hujan makin deras deras.

“Kira2 pukul 13.15 wita air yang mulai meninggi kurang lebih sepaha, Moses sempat menelpon pelaksana lain (Didik) untuk minta dijemput, sementara Erik berinisiatif naik ke atas untuk mengambil tambang karena seingat Erik di atas ada tambang, dgn maksud membantu empat orang temannya yang masih di bawah Moses, Jujuh, Supri dan Surya,” kata Frengki.

Baca : Pemkab dan TNI Evakuasi Warga Korban Longsor Sungai Talau

Dikatakannya, saat keluar dari kolong jembatan, Erik merasa kesulitan karena aliran air yang cukup deras menghambat pergerakan karena saat itu menggunakan sepatu kerja (boot karet). Berusaha melepas sepatu sambil naik melalui daerah ujung jembatan yang tidak begitu tinggi dan berhasil naik ke atas.

Tiba diatas jembatan dan meraih tali, Erik mengulur tali kepada empat rekannya untuk berupaya menyelamatkan dari air yang makin tinggi, namun oleh Moses mengarahkan untuk terlebih dahulu menyelamatkan tas. Setelah tas berhasil diangkat, Erik menyimpan tas ditempat yang terlindung dari hujan sambil mencari bantuan pekerja yang lain untuk menolong dengan tambang yang ada.

Erik bertemu Abdul dan Ujang (pekerja pengecoran jalan) yang sementara berteduh dari hujan dibawah pohon jati, bersama-sama kembali menuju ke jembatan untuk menolong rekan-rekan dibawah, namun setiba di jembatan sudah ada dua orang masyarakat lokal yang kebetulan lewat (tidak diketahui nama yang bersangkutan) sementara memegang tambang diatas jembatan menarik empat rekan Erik dibawah jembatan yang berjuang melawan deras arus air (banjir).

Frengki menyampaikan, beberapa saat sempat bertahan dalam kondisi arus banjir yang cukup besar hingga kelelahan, Suryaman mengaku pasrah dan melepas pegangan tambang dan hanyut terbawa arus. Suryaman hanyut, dengan kondisi setengah sadar karena kepala terbentur kayu yang hanyut, Suryaman terbawa arus ke tepi dan berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga rekan yang lain juga hanyut namun tidak terdeteksi ke arah mana.

Erik yang melihat rekan-rekannya hanyut lalu pergi mencari bantuan untuk bersama mencari disepanjang alur sungai. Diperkirakan pukul 13.20 wita tim proyek bersama-sama ke lokasi, menyebar menelusuri sungai mencari empat korban yang hanyut.

“Satu orang atas nama Suryaman yang berhasil menyelamatkan diri bertemu dengan tim proyek yang melakukan pencarian dan langsung yang bersangkutan dibawa ke RSUD Kabupaten Kupang di Naibonat diperkirakan pukul 13.30 wita untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pukul 15.15 wita tim SAR tiba dilokasi membantu pencarian,” jelasnya.