Dewan Minta Pemerintah NTT Maksimalkan Pembangunan Waduk

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah provinsi berbasis kepulauan itu untuk memaksimalkan pembangunan waduk untuk mendukung program cetak sawah yang sudah mulai dilanjutkan kembali tahun 2017.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi II DPRD NTT, Yucun Lepa kepada wartawan di Kupang, Selasa (31/01/2017).

Menurut Yucun, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus bisa mendorong desa-desa yang stategis untuk lahan persawahan agar bisa memanfaatkan dana desa untuk pembangunan waduk.

Jika pemerintah berkeinginan menggenjot swasembada beras melalui cetak sawah baru maka kuncinya ada pada infrastuktur pendukung ketersediaan air.

“Pencetakan sawah baru harus didukung dengan ketersediaan waduk karena mayoritas daerah di NTT kering, sehingga kita butuh banyak air,” katanya.

Yucun mengungkapkan, pemerintahan Joko Widodo sudah banyak memberi sentuhan pembangunan untuk irigasi berupa bendungan besar di beberapa wilayah di daerah itu.

Namun bendungan tersebut masih belum menjangkau di semua kabupaten maka perlu disiasati pemerintah daerah dengan pengadaan waduk untuk memastikan ketercukupan air bagi lahan pertanian.

“Bendungan besar seperti Rotiklot, Raknamo, merupakan jawaban atas kurangnya ketersediaan air kita, namun itu masih untuk Pulau Timor,” katanya.

Baca : Penundaan DAU Hambat Proses Percepatan Cetak Sawah Baru

Sementara itu, untuk kebutuhan bendungan di daerah lain seperti di Pulau Flores lewat rencana pembangunan Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka masih berproses lama.

“Belum lagi di Sumba, Alor, Lembata, dan lainnya terutama daerah pelosok yang tidak memungkinkan untuk diadakan bendungan besar bisa disiasati dengan adanya waduk,” katanya pula.

Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanis Tay Ruba mengatakan, program cetak sawah baru di daerah setempat sudah dimulai lagi tahun 2017 ini dengan target seluas 1.500 hektare.

“Kami sudah mulai melanjutkan lagi cetak sawah baru seluas 1.500 hektare yang sebelumnya sempat tertunda,” kata Anis.

Menurut Anis, untuk mendukung pengoptimalan pemanfaatan lahan hasil cetak sawah baru maka harus didukung dengan pasokan air yang memadai.

Namun, lanjutnya, untuk pembangunan waduk secara memadai di semua daerah masih membutuhkan waktu dan secara bertahap bisa direalisasikan sesuai dengan kesiapan biaya.

“Karena itu, untuk lokasi cetak sawah pada tahun 2017 ini, kita akan mencari lokasi yang memang berdekatan dengan mata air sehingga hasilnya juga akan bagus,” tandasnya.