Dua Tahun Tak Dibayar, Supplier Datangi Kantor PT Nindya Karya

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Direktur CV Sumber Jaya, Stefanus Lu selaku supplier pelaksanaan proyek jalan sabuk merah di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste mendatangi Kantor PT Nindya Karya (NK) selaku kontraktor pelaksana.

Kedatangan Stefanus ke Kantor BUMN yang terletak di jalur Tenukiik, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua menuntut agar pihak NK selaku kontraktor pelaksana segera membayar hutang pekerjaan paket proyek yang telah diselesaikan.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Kamis (26/1/2017) pukul 10.00 Wita Stefanus Lu selaku Direktur CV Sumber Jaya tidak hanya datang seorang diri ke Kantor PT NK, tapi didampingi group perusahaan serta para karyawan sopir, kondektur truk dan operator alat berat yang sudah menyelesaikan proyek sabuk merah perbatasan sepanjang wilayah Sadi hingga Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur.

Saat tiba di Kantor tersebut, para karyawan berteriak dan meminta agar pihak PT NK segera melunasi hutang CV Sumber Jaya sebagai supplier yang menyediakan material, alat berat dan pembuatan bronjong telah selesai melaksanakan pekerjaannya.

Dihadapan awak media, Stefanus Lu beserta menuturkan, para karyawan sopir, kondektur dan operator alat berat bekerja menyiapkan seluruh material untuk pengerjaan proyek. Tapi selama ini mereka mengeluh karena belum dibayar upah kerjanya dan terpaksa selama ini diberikan secara cicil.

Dirinya merasa kewalahan, selama ini sopir dan kondektur juga operator alat berat terus menagih upah kerjanya setelah diselesaikan pekerjaan proyek sejak dua tahun lalu. Stefanus nampak begitu kecewa saat menyampaikan maksud kedatangannya kepada staf kantor PT NK Atambua. Sebab selaku supplier, perusahaannya sudah menyelesaikan paket proyek yang menjadi kewajibannya. Namun PT NK belum menjalankan kewajibannya membayar biaya kontrak pekerjaan.

“Selama ini kita kontak tidak respon, karena itu hari ini kami langsung datang ke Kantor NK karena hutang kami sebesar Rp 1,2 miliar. Ini hutang pekerjaan proyek jalan sabuk merah perbatasan yang sudah selesai dikerjakan. Kami punya hak, karena kami supplier sudah sediakan material, armada, alat berat dan pembuatan bronjong, tapi hutang kami sudah dua tahun belum dibayar,” ujar Stefanus.

Ketika sedang memberikan keterangan Stefanus ditelpon Kepala Proyek Jalan Sabuk Merah Perbatasan, Mustaqim. Dalam pembicaraan via telpon selulernya, Mustaqim meminta agar sisa hutang tersebut itu dibayar secara cicilan. Akan tetapi Stefanus menolak permintaan Kapro tersebut.

Baca : Pekerjaan Tidak Sesuai, Ada Kontraktor Masuk Daftar Blacklist Dinas PUPR

“Saya tidak mau angsur, tapi dibayar satu kali. Kalau tidak, kami mau pakai apa untuk bayar gaji karyawan,” ucap dia.

Stefanus mengaku kecewa dengan Mustaqim karena baru menelpon untuk bicarakan hutangaya. Padahal selama ini kalau ditelpon tidak ditanggapi. Kenapa sudah dua tahun ini tidak cicil hutangnya. Saya minta waktu dalam satu minggu hutangnya harus dibayar lunas,” pinta dia kepada Mustaqim.

Saat bersamaan, muncul General Manager PT NK Wilayah Nusra-Bali dan Timot Leste, Deddy Sarwobigo di Kantor NK dan seketika suasana tenang setelah teriakan para karyawan yang menuntut hutang segera dibayar lunas. GM Deddy langsung mengajak Stefanus ke ruangan belakang serta beberapa karyawan NK guna membicarakan persoalan tersebut dalam rangka penyelesaian masalah sisa hutangnya.

Dari pertemuan terbatas keduanya, disepakati pihak PT NK dan Stefanus untuk membayar hutang Rp 1,2 miliar  yang akan dilunasi dalam satu minggu kedepan yakni hari Selasa tanggal 31 mendatang.

Kesepakatan bersama tersebut tertuang dalam berita acara penyelesaian hutang yang ditandatangani Stefanus Lau selaku pihak leveransir dan GM Deddy Sarwobigo selaku pihak PT Nindya Karya di atas meterai seharga Rp 6.000.

Sementara itu General Manager PT NK Wilayah Nusra-Bali dan Timor Leste, Deddy Sarwobigo yang dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar. Menurut dia, ini hanya urusan masalah internal antara pihak perusahaan dan supplier. Sehingga, pihaknya akan menyelesaikan sisa hutang pihak supplier yang akan dibayarkan kepada Stefanus Lu selaku Direktur CV Sumber Jaya sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati bersama secara tertulis.