Musrenbangdes, Masyarakat Minta Pengadaan Mobil

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Rabu, 25/1/2017 dibanjiri berbagai usulan pembangunan dari masyarakat.

Namun salah satu dari sekian banyak usulan itu adalah usulan pengadaan mobil sekolah, yaitu mobil khusus untuk transportasi bagi anak-anak mereka menuju sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 6) Langke Majok dan Sekokah Mengah Atas Negeri (SMAN 2) Langke Majok karena jaraknya kurang lebih 6 km dari desa Mereka.

Letak sekolah dengan permukiman warga terutama untuk 3 desa, yaitu desa Mata Wae, desa Kole dan desa Ling, termasuk sejumlah desa lainnya cukup jauh.

Usulan itu disampaikan oleh Hubertus Nenggeor, warga kampung Ru’um karena merasa prihatin dengan kondisi anak-anak mereka yang perginya pagi tapi pulangnya sore bahkan malam.

“Saya sangat prihatin dengan anak-anak kami. Jika dimungkinkan ADD ini dipakai untuk pengadaan mobil juga, khusus untuk mengangkut anak-anak ke sekolah,” usul Nenggor.

Semangat anak-anak untuk bersekolah memang begitu tinggi, namun sayangnya letak sekolah yang sangat berjauhan dengan kampung, apalagi melintasi jalan raya tengah hutan yang disekelilingnya ditumbuhi pepohonan membuat anak-anak terpaksa ekstra berhati-hati.

Baca : Mayat Pria yang Ditemukan Warga di Kali Wae Reget Berhasil Diidentifikasi

Selain itu dikuatirkan pula jika musim hujan atau cuaca buruk tiba. Ditambah lagi usai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang terlalu sore bahkan malam, sehingga membuat orang tua semakin waspada.

Dari sisi prestasi akademik, anak-anak kami rata-rata nilainya cukup baik, tambah Nenggor.

Sementara itu, Kepala Desa Mata Wae, Willem Maas mengatakan, pihaknya siap mengkomunikasikan itu dengan Pemkab Manggarai. Sebab selain karena regulasi yang belum memungkinkan untuk membangun sekolah, juga pertimbaban jumlah anggaran.

“Kita siap lanjutkan aspirasi ini ke Pemkab Manggarai nantinya,” ungkap Maas.

Sedangkan ADD kita fokus pada prioritas lainnya dulu, pungkasnya.