Lalui Jalan Tikus, Dua WNA Asal Timor Leste Dipulangkan Imigrasi Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kantor Imigrasi Kelas II Atambua mendeportasi dua orang warga negara asing (WNA) asal Negara Timor Leste melalui pintu lintas batas negara (PLBN) Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL, Senin (23/1/2017) pukul 15.30 Wita.

Kedua WNA Alberto da Silva dan Fernando da Silva asal daerah Ainaro, Distric Kovalima diamankan petugas perbatasan TPI Motamasin, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka perbatasan dengan Suai, Timor Leste pada tanggal 17 Januari lalu saat akan masuk ke wilayah Suai dari Malaka melalui jalan tikus.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua, Kurniadie membenarkan hal tersebut kepada media ketika dihubungi Senin (23/1) sore.

Menurut dia, sejak tanggal 16 hingga 20 Januari diadakan pengawasan serentak sesuai perintah Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian seluruh Kantor Imigrasi agar seluruh Kantor Imigrasi melakukan pengawasan dalam rangka hari bakti Imigrasi ke 67 tanggal 26 Januari mendatang.

“Petugas kita yang lakukan pengawasan di PLBN Motamasin tanggal 17 Januari mendapati dua orang ini mencoba melintas secara illegal. Kita langsung amankan keduanya dan dibawa ke Kantor Imigrasi Atambua untuk menjalani proses,” ungkap dia.

Baca : Imigrasi Atambua Deportasi 7 WNA Asal Timor Leste

Jelas Kurniadie, dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi ditemukan kedua warga tersebut tidak memiliki dokumen sah berupa paspor dan masuk ke wilayah Indonesia secara illegal melalui jalan tikus. Selama menjalani proses pemeriksaan keduanya kita titip di rumah detensi Imigrasi Atambua di wilayah Tulamalae.

Setelah itu lanjut dia, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan dengan pihak Konsulat Timor Leste yang ada di Atambua untuk menerbitkan travel dokumen bagi keduanya untuk selanjutnya proses deportasi atau pemulangan ke Negara Timor Leste.

“Mereka berdua tidak kantongi dokumen resmi dan masuk melintas secara illegal. Travel dokumen dua orang ini sudah kita terima hari Jumat kemarin dan sore sudah kita pulangkan melalui pintu batas Mota’ain,” terang Kurniadie.

Kurniadie menghimbaukan kepada warga perbatasan Belu, saat ini Imigrasi Atambua sudah mempermudah proses pemberian dokumen perjalanan. Oleh karena itu, warga Belu bisa segera mengajukan pembuatan paspor. Khusus untuk warga yang berdomisili di garis perbatasan, telah ada MoU untuk pas lintas batas dan prosesnya sangat mudah tidak dikenakan biaya.

Sementara itu Alberto didampingi Fernando mengaku tidak memiliki paspor dan melintas ke wilayah Indonesia sejak tanggal 12 Januari lalu tidak melalui jalur resmi pintu batas Motamasin, tapi melalui jalan tikus. Tujuan masuk ke wilayah Indonesia mengobati keluarga yang sedang sakit yang tinggal di perkampungan Webua, Betun.