Temuan Mayat Tanpa Kepala, Telapak Kaki dan Tangan Gegerkan Warga Kecamatan Insana

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Mayat pria tanpa kepala, tangan dan kaki ditemukan kerabatnya di kali kering Oemofa desa Oenbit kecamatan Insana Kabupaten Timor tengah Utara pada Kamis (19/01/2017) pukul 13.30 wita.

Diduga mayat yang teridentifikasi bernama Clemens Amaunut (65) adalah korban pembunuhan sadis yang dibuang di sekitar kebunnya hingga jenasahnya rusak dimakan hewan peliharaan.

Menurut Kasubag Humas Polres TTU, AKP. Petrus Liu, Jasad korban pertama kali ditemukan oleh menantunya Lavianus Neonub kemudian berdatangan kerabat lainnya, Mateus Haki, Imaculata Bikolo, Hendrikus Taoe setelah dihubungi pertelepon. Para saksi mengaku, korban sering tidur di pondok dalam kebunnya selama seminggu, namun karena sudah lebih dari seminggu tak kunjung pulang sehingga mereka berniat menemui korban dan membawanya pulang ke rumah. Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi.

Baca : Kejaksaan Geledah KPUD TTU, Terkait Dugaan Korupsi Pilkada 2010

Pada tanggal 19 Januari, sekitar pukul 09.00 wita Lavianus Neonub datang ke kebun mertuanya di Oemofa dengan maksud menjemputnya kembali ke rumah di Besnaen. Setelah tiba di sana, saksi langsung menuju ke pondok yang ada di dalam kebun, namum korban tidak berada di dalamnya. Kemudian saksi menelpon anak korban menyampaikan hal tersebut. Sekira jam 13.30 wita anak korban dan kerabat lainnya tiba di pondok korban dan mulai melakukan pencarian di sekitar kebun. Tak berselang lama mereka mendengar suara anjing menggongong di sekitar kali kering.

Merekapun mendatangi TKP dan menemukan korban dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh rusak. Saksi Imaculata Bikolo sangat yakin mayat tersebut adalah mayat bapak kandungnya yang dikenal dari baju dan celana yang dipakai korban. Saksi menjelaskan, bahwa korban (bapaknya) keluar dari rumah sejak tanggal 09 Januari pagi harinya, menuju ke pondoknya di Oemofa untuk melihat kebun dan dua ekor sapi yang dilepas di sekitar kebun itu”, jelas Petrus Liu yang dikonfirmasi Minggu sore (22/01/2017).

Liu juga menjelaskan Kondisi jenasah saat ditemukan sudah tidak utuh lagi. “Kondisi jenasah saat ditemukan tanpa kepala, tanpa tangan, tanpa telapak kaki dan pada bagian perut tersisa tulang rusuknya saja. Saat ditemukan, pakaian yang dikenakan korban yakni baju kaos oblong berwarna biru, celana jeans pendek berwarna kuning pucat. Di tempat kejadian perkara juga ditemukan sebilah parah milik korban persis terletak di samping korban. TKP adalah kali (sungai kering) bebatuan dengan lebar sekitar 2 meter, kedalaman jurang sekitar dua meter”, lanjutnya.

Setelah dilakukan koordinasi antara Kapolsek Insana, Kanitres dengan keluarga korban, keluarga menolak jasad korban diautopsi dan sesuai rencana jasad korban dimakamkan sore ini Minggu (22/01/2017). Untuk selanjutnya, penyebab kematian masih dalam lidik pihak Polsek Kiupukan kecamatan Insana.