Abrasi Pantai Atapupu Memprihatinkan, TNI Gandeng Warga Tanam Pohon Bakau

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kerusakan pesisir Pantai Atapupu yang diakibatkan abrasi di sepanjang garis pantai utara wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste sangat memperihatinkan.

Kondisi pengikisan pantai atau erosi pantai oleh gelombang laut itu mengundang perhatian prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Koramil 02/Atapupu-Kodim 1605/Belu melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 900 anakan pohon bakau di sepanjang garis pantai dermaga TPI, dusun Abat, Desa Jenilu, Sabtu (21/1/2017).

Aksi peduli TNI terhadap penghijauan pantai itu oleh Koramil 02 dibawah pimpinan Danramil Mayor (Inf) I Nyoman Mahayasa dengan menggandeng Camat Kakuluk Mesak Tarsisius Un Naisali bersama Kepala Desa Pertus Kapir serta seluruh warga Jenilu. Turut hadir dalam penanaman itu Danki Satgas Kipur 1 Sektor Timur Yonif Raider 641/BRU, Lettu (Inf) Miftakhul khoirun, Kasium Polsek Kakuluk Mesak, Bripka Elan, Kanit Intel, Brigpol Sharul, Babinkamtibmas Desa Jenilu, Bripka Sunarto dan Kepala Depot Pertamina Atapupu, Moris Nunu Bele.

Danramil 1605-02/Atapupu, Mayor (Inf) I Nyoman Mahayasa yang dihubungi media mengatakan, kegiatan penanaman anakan pohon bakau yang dilakukan hari ini di lokasi TPI pantai Atapupu merupakan suatu langkah penghijauan pantai dimana saat ini banyak pohon bakau di sekitar pantai Desa Jenilu mulai berkurang. Kondisi ini mengakibatkan abrasi, dimana pesisir pantai mulai terkikis sehingga pantainya mulai rusak .

“Kegiatan penanaman pohon bakau ini wujud kepedulian TNI terhadap kondisi lingkungan hidup masyarakat, juga menjaga satwa-satwa laut di perairan Atapupu. Kita mencegah abrasi supaya pantai tidak rusak dengan menanam anakan bakau bersama dengan Pemerintah Kecamatan, Desa dan warga,” jelas dia.

Baca : Awal Tahun 2017 Kantor DPRD Belu Nyaris Tak Berpenghuni

Dikatakan, manfaat pohon bakau untuk warga di sepanjang pesisir pantai sangat besar, karena pohon tersebut menjadi penahan utama dan pertama dari gelombang air laut. Selain menjaga ekosistem pantai, pohon tersebut juga menjaga sumur air bersih milik warga di sepanjang pesisir pantai sehingga tidak terasa payau.

“Banyak pohon bakau di pesisir pantai Atapupu yang sudah kurang. Kondisi inilah yang buat kami (TNI_red) prihatin dengan pantai yang kian rusak. Karena itu kami ajak warga di pesisir pantai Desa Jenilu untuk tanam anakan pohon bakau,” ujar Nyoman.

Camat Kakuluk Mesak, Tarsi Naisali menuturkan bahwa pohon bakau mempunyai banyak fungsi selain untuk menjaga semua jenis satwa laut, juga bisa mencegah terjadinya erosi atau pengikisan pantai yang diakibatkan gelombang laut. “Melalui penanaman pohon bakau ini bisa bermanfaat bagi warga. Juga bisa menahan abrasi air laut dari waktu ke waktu sehingga kelesatrian pantai tetap terjaga,” harap Tarsi.

Kades Jenilu, Petrus Kapir mengatakan dampak abrasi air laut sangat dirasakan warga yang berada di pesisir pantai. Sebelumnya pohon bakau di sepanjang pantai TPI sangat banyak, namum akhir-akhir ini banyak pohon yang semakin berkurang ulah beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan penebangan secara liar untuk kepentingan pribadi, sehingga pohon bakau yang ada di sepanjang pesisir pantai Atapupu kian punah.

“Di beberapa sumur milik warga airnya payau diakibatkan merembesnya air laut akibat abrasi. Terimaksih untuk pihak Koramil Atapupu yang sudah lakukan penanaman pohon bakau di sepanjang garis pantai Desa Jenilu,” ketus Kapir.