Tujuh Desa di Tastim Perbatasan Belu-Timor Leste Krisis Air Bersih

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hampir sebagian besar desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan antara Negara Indonesia-Timor Leste mengalami krisis air bersih.

Seperti halnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur, terdapat tujuh desa mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun. Krisis air bersih dialami warga enam desa, tidak saja pada kemarau tapi juga di musim hujan.

Hal tersebut diungkapkan Camat Tastim, Patrisius Mau kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (20/1/2017).

Menurut Patris, desa-desa yang mengalami krisis air itu diantaranya, desa Silawan, Tulakadi, Sarabau, Tialai, Takirin, Sadi dan Umaklaran. Akibat hal itu, membuat warga pun terpaksa harus mengambil air di sungai.

Baca : Polres Belu dan BNK Belu Amankan Enam Oknum Yang ‘Ngaku’ Staf BNN

“Seperti warga di desa Umaklaran dan Sadi, mereka harus berjalan kaki untuk ambil air di sungai. Sementara warga Silawan membeli air tangki guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap dia.

Dikatakan, kondisi tujuh desa yang mengalami kesulitan air bersih di wilayah Tastim telah terjadi selama bertahun-tahun, dan warga sudah terbiasa menjalani hidupnya dengan kesulitan air bersih, meski harus berjalan kaki jauh untuk mendapat air.

Lanjut Patris, langkah yang diambil Pemerintah untuk mengatasi hal tersebut yakni mengadakan pembangunan sarana prasarana air bersih. Seperti membangun sumur bor di Desa Silawan dan Sadi, tapi hingga saat ini sumur bor belum berfungi dengan baik.

“Air itu sumber kehidupan. Semoga sarana air bersih yang dibangun secepatnya dapat berfungi. Selain itu dibangun tambah sumur bor di beberapa desa lain, sehingga warga tidak kesulitan lagi dan mudah memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” harap Patris.