Jumlah Perguruan Tinggi Bertambah, NTT Butuh Kopertis

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin bertambah serta tak jarang yang bermasalah sehingga sangat dibutuhkan pengawasan dan pengelolaan melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).

Hal ini disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT, Barthol Badar kepada wartawan di Kupang, Rabu (18/1/2017).

Menurut Barthol, hingga saat ini terdapat 64 perguruan tinggi negeri dan swasta yang aktif di provinsi berbasis kepulauan itu, karena itu dibutuhkan pengawasan dan pengelolaan yang lebih baik.

“Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta dan sekolah yang bermasalah di NTT maka sangat dibutuhkan pengawasan dan pengelolaan melalui Kopertis sendiri,” katanya.

Barthol menjelaskan, NTT adalah daerah kepulauan sehingga dibutuhkan pembinaan dan pendampingan dari Kopertis terhadap seluruh perguruan tinggi yang masih aktif sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan agar semakin baik.

Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam hal ini gubernur mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) agar NTT berdiri sendiri untuk memiliki Kopertis dan pisah dari Bali. Usulan pendirian Kopertis di NTT sudah sejak tiga tahun lalu dan hingga kini masih dalam proses.

Baca : Masyarakat Adat TTS Rayakan Natal Bersama di Puncak Fatu Nausus

Pemerintah daerah provinsi juga telah mendapat rekomendasi dari DPRD NTT dan perguruan tinggi se-NTT untuk mengusulkan adanya Wilayah Kopertis. Namun, karena Kopertis adalah lembaga vertikal maka pendiriannya merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan.

“Jika Kopertis jadi dibentuk di NTT maka gubernur akan menugaskan ASN daerah untuk diperbantukan sementara sambil menunggu proses menyiapkan SDM dari pusat,” jelasnya.

Barthol menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan gedung milik pemerintah untuk dipakai sebagai Kantor Kopertis. Biaya operasional untuk Kopertis akan disiapkan oleh pemerintah daerah atas persetujuan DPRD manakala usulan pendirian Kopertis di NTT disetujui.

Anggota DPD RI, Paul Liyanto menyampaikan Kementerian Riset dan Dikti mengirim tim ke NTT untuk menjajaki terbentuknya Kopertis yang sudah diperjuangkan cukup lama.

Dia menyampaikan yang datang ke NTT adalah Dirjen Kelembagaan bersama stafnya, untuk mengecek kesiapan sebelum secara resmi membentuk Kopertis yang nantinya akan lepas dari Kopertis Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra).

“Di NTT hingga saat ini sudah ada sekitar 60-an perguruan tinggi tetapi sulit terkontrol dan masih banyak lagi perguruan tingggi yang muncul, sehingga bisa merusak sistem pendidikan di daerah ini,” katanya.

Hingga saat ini NTT masih bergabung dengan Kopertis Bali Nusa Tenggara dengan jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak yakni sekitar 200-an perguruan. Hal Ini yang menyulitkan kontrolnya Kopertis.