Wabup Viktor Madur Marah, Ketua KADIN Manggarai Terancam Dipolisikan

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Akhibat ulah ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kabupaten Manggarai, Wihelmus Andi, puluhan warga dari desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (16/1/2017) datangi kantor Bupati Manggarai untuk mengadu nasib mereka karena diduga telah ditipu oleh ketua KADIN Manggarai itu, melalui perekrutan pelanggan listrik meteran murah.

Di kantor Bupati, warga itu diterima oleh Wabup Manggarai, Viktor Madur, Sekda, Manseltus Mitak, Asisten I, Frans Kakang, Kabag Hukum, Maxi Bour, Supervisor Administrasi dari PT PLN Rayon Ruteng bersama seorang staf.

Pada kesempatan itu, Romualdus Amor selaku koordinator warga dan juga sebagai koordinator yang dipercayakan Mus Andi untuk merekrut pelanggan meteran di desa Bulan, menuturkan bahwa mulanya, Rabu 26 Nopember 2014 lalu, ketua Kadin Manggarai mendatangi kampung mereka dan melakukan sosialisasi tentang meteran murah kepada warga dengan membacakan surat Kadin Nomor 15/Kadin-Mgr X/2014. Dalam surat tersebut juga tertera rincian harga masing-masing meteran yang dibutuhkan.

Seperti, meteran 450 biayanya sebesar Rp.370.000, meteran 900 sebesar Rp.697.000 atau dibulatkan menjadi Rp.700.000, biaya instalasi ditambah 2 titik mata lampu sebesar RP.1.150.000. Biaya Sertifikat Layak Operasi (SLO) sebesar Rp.170.000 .

Rata-rata warga telah menyetorkan uang Rp.1,3 juta lebih tiap pelanggan. Total uang warga yang telah disetorkan kepadanya Rp.50 juta lebih.

Karena tergiur dengan harga murah dan janji manisnya bahwa meteran akan segera didistribusikan maka wargapun bermai-ramai mendaftarkan diri menjadi pelanggan dengan mengumpulkan sejumlah uang sesuai permintaan.

Setelah itu disusul kemudian CV. Jastel, datang survei dan mengaku sebagai perwakilan Manggarai Raya untuk menangani listrik murah tersebut.

Semua pelanggan minta didata dan mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan ekonomi lemah dari desa, dan foto kopi kartu bantuan sosial bagi yang memilikinya. Dan semua permintaan itu telah terpenuhi warga.

Karena janji yang pernah disampaikannya tak kunjung ditepati, maka Romualdus Amor selaku koordinator bersama sejumlah warga lainnya mengaku pernah menyambangi kediamannya untuk menanyakan kepastian janjinya itu. Namun saat ditanya ia hanya menjawab tunggu saja.

“Kami pernah datangi rumahnya, Mus Andi untuk menanyakan kepastian janjinya, namun dia hanya menjawab tunggu saja. Uang dari warga itu sudah saya serahkannya ke Pemda,” tutur Amor mengutip jawaban Mus Andi.

Jumlah warga yang ikut mendaftar sebagai pelanggan didesa bulan sebanyak 55 kepala keluarga (KK).

Warga juga meminta kepada Pemkab Manggarai agar mereka bisa dibantu dalam hal ini listrik, sebab mereka kini sadari, listrik yang dijanjikan Mus Andi hanyalah tipuan saja.

“Awalnya kami tidak tahu kalau dia tipu, tolong kembalikan uang kami. Sebab uang itu dengan susah payah kami dapat bahkan kami pinjam uang bunga orang dengan harapan asal listrik masuk rumah. Tetapi ternyata hanya ditipu begini saja,” ungkap warga dengan penyesalan.

Sebelumnya, akhir 2016 lalu sejumlah warga dari dusun Lala desa Cireng, Kecamatan Satar Mese Utara juga mendatangi kantor DPRD dan Bupati Manggarai untuk mengadu masalah yang sama dengan pelaku yang sama pula, namun hingga kini belum juga terselesaikan.

Warga berjanji jika Mus Andi tidak segera selesaikan masalah ini dengan baik maka Masyarakat akan melaporkan kasus ini kepihak berwajib.

Mendengar hal itu, Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur, geram dan mengatakan, ini pemerintah marah. Jika Mus Andi memiliki itikat baik mestinya Ia harus melalui prosedur yang baik pula. Tidak boleh melangkahi pemerintah daerah atau pihak terkait seperti dinas pertambangan untuk koordinasi atau setidaknya camat dan pemerintah setempat walaupun hanya untuk mengetahui saja agar tidak terjadi masalah seperti ini.

“Karena masyarakat sudah menjadi korban, maka Pemkab Manggarai rekomendasikan agar silahkan masyarakat laporkan ini kepolisi biar jernih masalahnya,” tegas Wabup Viktor penuh kesal.

Baca : Gedung Rawat Jalan BLUD RSUD dr.Ben Mboi Ruteng Diresmikan

Untuk diketahui, tahun 2016 dan 2017 ini, Pemkab Manggarai punya program elektrivikasi meteran gratis untuk 1000 pelanggan, khusus bagi keluarga tidak mampu bekerjasama dengan pihak PLN Rayon Ruteng. Prosesnya cukup alot, tidak serta merta mudah begitu saja. Sebab yang memiliki jaringan dan meteran listrik itu hanya PLN, bukan Pemkab Manggarai, kata Viktor Madur.

Listrik itu salah satu kebutuhan dasar dari 14 ciri kemiskinan karena untuk penerangan, tambahnya.

Ditambahkan Sekda Manseltus Mitak bahwa Mus Andi akan segera dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Senada dengan Sekda, assisten I, Fransiskus Kakang juga menegaskan bahwa perluasan jaringan itu bukan program Pemda tetapi PLN. Jika ada instalatir yang datang isntalasi harus ada rekomendasi dari PLN.

Sementara itu, Indah, supervisor administrasi PLN Ruteng, juga mengaku bahwa masalah CV. Jastel pihaknya sudah lama mendengar dan banyak korbannya, banyak pula yang datang mengadu ke PLN.

Indah menegaskan bahwa CV. Jastel bukan mitra PLN. Dia tidak terdaftar secara resmi di PT. PLN Ruteng dan tidak masuk dalam asosiasi perlistrikan indonesia. CV. Jastel sudah diblacklist di PLN Ruteng dan Flores karena track record (rekam jejak) buruk.

Terkait program meteran gratis dari Pemkab Manggarai, kami survey dulu, apakah ada jaringan atau tidak, ada travo atau tidak, dan masih layak ditambah jaringan atau tidak.