Satgas Yonif Raider 641 Gelar Khitanan Massal Bagi Warga Belu di Perbatasan RI-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lagi, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang menggelar sunatan atau khitanan massal kepada warga Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antar negara Indonesia dan Timor Leste, Sabtu (14/1/2017).

Selain khitanan massal yang diikuti kurang lebih 50 orang dari pelajar tingkat sekolah dasar dan orang dewasa, dalam kegiatan bhakti sosial itu juga digelar pengobatan massal secara gratis serta pembagian 75 paket sembako bagi warga yang berdomisili di wilayah yang berbatasan langsung dengan Distric Bobonaro-Timor Leste itu.

Selain tim dokter Satgas, pengobatan gratis tersebut turut dibantu juga oleh dokter yang bertugas di Rumah Sakit Tentara Atambua. Hadir dalam aksi peduli masyarakat perbatasan Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang, Dandim 1605/Belu, Kapolsek Weluli, Camat Lamaknen, Kepala Desa Kewar, tokoh adat, tokoh agama serta tokoh masyarakat.

“Kegaiatan baksos yang dilaksanakan personel Satgas di Desa Kewar hari ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat perbatasan khususnya di wilayah Belu,” ungkap Danyon Satgas Yonif Raider 641/BRU, Letkol Inf. Wisnu Herlambang yang dihubungi media.

Baca : Prajurit Satgas Yonif Raider 641/BRU di Pos Dilumil Panen Ubi Ungu

Dikatakan, dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat Desa Kewar melalui kegiatan bakso kita ingin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan cara memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bidang kesehatan dan ekonomi.

“Tujuan kita bantu masyarakat di pelosok perbatasan yang jauh dari dari pusat pelayanan, sehingga lebih sehat dan lebih pererat hubungan TNI dengan warga di perbatasan Belu,” jelas Wisnu.

Masih menurut dia, di tengah situasi ekonomi seperti saat ini tentunya menimbulkan pengarus yang tidak sedikit bagi perekonomian masyarakat, sebab masih banyak warga yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan. Kedepan kegiatan baksos akan terus dilaksanakan dalam memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa di wilayah perbatasan.

“Melalui kegiatan baksos itu diharapkan membantu meringankan beban bagi pihak yang membutuhkan. Juga dapat meningkatkan dukungan moril bagi sesama sehingga mendorong pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana dengan lancar dan meraih hasil yang optimal,” harap Wisnu.