Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana SMKN Kobalima Dititip di Rutan Penfui Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim penyidik unit Tipikor Reskrim Polres Belu menyerahkan dua tersangka kasus tindak pidana korupsi Dana pada SMKN Kobalima berinisial BM selaku mantan Kepala Sekolah dan AS Direktur CV Serafim Atambua beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu.

“Kemarin pagi tanggal 12 sudah kita serahkan kedua tersangkanya bersama barang bukti kasus korupsi dana SMKN Kobalima ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Belu,” ujar Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga melalui Kasat Reskrim , IPTU Ricky Dally yang dikonfirmasi, Jumat (13/1/2017).

Menurut Ricky, usai penyerahan kemarin pagi ke Kejari Belu, kedua tersangka BM dan AS langsung diberangkatkan ke Kupang untuk selanjutnya menjalani tahanan Jaksa di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui Kupang, sambil menunggu proses lanjutan.

“Habis kita serahkan berkas ke Jaksa, dua tersangka langsung kita bawa ke Kupang dan titip di rutan Penfui,” ucap dia.

Adapun barang bukti yang diserahkan ke Kejari Belu yakni berupa, uang tunai senilai kurang lebih senilai Rp 80 juta, yang mana barang bukti tersebut disita dari tersangka BM mantan Kasek SMKN Kobalima saat penyidikan berlangsung. Sementara tersangka AS Direktur Serafim hingga penyerahan kemarin tidak diperoleh barang bukti berupa uang tunai dari yang bersangkutan.

Diberitakan sebelumnya, kedua tersangka kasus korupsi dana SMKN Kobalima BM selaku mantan Kepala Sekolah SMKN Raihat, Kobalima bersama AS Direktur CV Serafim Atambua resmi ditahan Penyidik Tipikor Reskrim Polres Belu pada Minggu tanggal 4 Desember 2016 lalu di Makopolres Belu.

Berdasarkan hasil audit BPKP terhadap dana pengembangan SMKN unggul Kobalima, Kabupaten Malaka proyek tahun 2012 lalu yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Subdit Direktorat pembinaan SMK dengan total dana senilai Rp 4.957.000.000 ditemukan kerugian uang negara senilai Rp 405.108.381.