TNI dan Warga Kerja Bakti Ngecat Kapela Santa Ana di Desa Asumanu Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 26 personel gabungan Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari satuan Koramil 1605-08/Haekesak dan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang pos Asumanu bersama 38 masyarakat Desa Asumanu melakukan kerja bakti pengecatan rumah ibadah Kapela Santa Ana, Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

“Kerja baktinya dilakukan tadi pagi oleh anggota Koramil 08/Haekesak dan Pos Asumanu Satgas RI-RDTL Yonif Raider 641/Beruang bersama warga setempat,” ungkap Dandim 1605/Belu Letkol Czi. Nurdihin Adi Nugroho melalui Danramil 08/Haekesak, Kapten Inf. Yonathan Jeremias ND, Kamis (12/1/2017).

Selain personel TNI dan warga turut terlibat dalam kegiatan kerja bakti Kapela Santa Ana Paroki Aloysius Gonsaga Haekesak yakni Kepala Desa Asumanu Emilia Lotuk dan Pastor pembantu Paroki Romo Bob Ndun. “Sasaran kita pengecetan seluruh gedung Kapela dan kegiatan berjalan dengan baik, tertib, aman sampai selesai,” ujar Yonathan.

Dijelaskan, kegiatan kerja bakti tersebut merupakan program rutin TNI selain tugas pokok yakni bagian dari upaya pembinaan teritorial terhadap masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste baik Koramil Haekesak maupun Satgas Yonif Raider 641, guna menjalin dan lebih meningkatkan keakraban personel TNI khususnya yang bertugas di tapal batas bersama dengan masyarakat yang ada di wilayah Haekesak.

Baca : Prajurit TNI Bantu Bangun Rumah Warga Kobalima Perbatasan RI-RDTL

Hal ini dilakukan sebagai upaya TNI di perbatasan RI-RDTL untuk bersosialisasi dengan masyarakat, sehingga kehadiran TNI tidak saja dipandang sebagai TNI yang selalu peran, tetapi juga TNI yang selalu peduli terhadap setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah perbatasan.

“Kita memilih lokasi di Asumanu karena letaknya di perbatasan. Ini keinginan masyarakat desa setempat yang kemudian dikomunikasikan dengan Babinsa serta Danpos Asumanu dan Pastor Paroki Haekesak. Masyarakat Desa sangat berterimakasih atas kehadiran TNI di wilayah batas dan mereka sangat terbantu. Melalui kegiatan manunggal TNI bersama rakyat ini bisa menumbuhkan semangat gotong royong budaya bangsa sejak leluhur kita yang kian memudar,” harap Yonathan.

Sebelumnya itu pada bulan Desember lalu Kodim 1605/Belu juga telah melakukan kerja bakti pengecetan 13 unit rumah ibadah Gereja Katolik dan 1 unit Musholla di tujuh Kecamatan antara lain, Kapela St. Bora, Desa Mauhitas dan Kapela St. Alfonsius, Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen. Kapela St. Yoseph, Desa Lutaratho dan Kapela St. Fransiskus, Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan. Musholla Al Mukoroba, Desa Leontolus dan Kapela Kapela St. Paulo stasi Buitasik, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat.

Kapela St. Wekmutis, Desa Nanaet dan Kapela St. Knabu, Desa Dua Koran, Kecamatan Nanaet Duabesi. Kapela St. Maria Auseladara, Desa Fatuba’a dan Kapela St. Antonius, Desa Fatuba’a, Kecamatan Tasifeto Timur. Kapela St. Fransiskus Xaverius, Desa Raifatus dan Kapela St. Kristus Raja Nakalolo, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat. Kapela St. Andreas Rasul, Desa Raiulun dan Kapela St. Bonafentura, Desa Dualasi, Kecamatan Lasiolat.