Pemkab Sumba Barat Minta Hemat Budaya Potong Hewan

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat meminta kepada masyarakat Sumba Barat agar hemat budaya pemotongan hewan dalam setiap mengadakan acara seperti pernikahan dan kematian atau upacara adat.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Lamboya Barat, Kamis (5/1/2017) kemarin menyampaikan program kegiatan 2017 dan mengevaluasi kegiatan tahun 2016 sekaligus mensosialisasikan tentang hidup hemat budaya potong hewan.

Baca : Bupati Lantik 851 Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkup Pemkab Sumba Timur

“Pembatasan pemotongan hewan ini sudah pernah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, namun memasuki tahun 2017 ini kami akan kembali sosialisasikan pembatasan pemotongan hewan atau kita lebih hemat dalam budaya pemotongan hewan,” tandas Bupati Niga Dapawole, Sabtu (7/1/2017).

Dalam menyampaikan program kegiatan tahun 2017 di Kecamatan Lamboya Barat, Bupati Niga juga menegaskan, tentang hidup hemat terutama budaya pemotongan hewan kerbau saat pesta dan kematian atau upacara adat maksimum potong hewan sebatas lima ekor bila melebihi dikenakan denda.

“Jadi untuk hidup hemat mari kita batasi pemotongan hewan saat acara adat, cukup lima ekor saja, bila melebihi akan kita kenakan denda sebanyak Rp 5 Juta per ekor,” ungkapnya.