Gubernur NTT: Natal Oikumene Harus Ciptakan Kasih Antar Sesama

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan Perayaan Natal Oikumene di Kupang, Jumat (6/1/2017) diharapkan bisa menciptakan kasih dan juga menjaga sikap toleransi antar umat beragama, dan menciptakan kasih antar sesama.

Salah satu nilai yang ada dalam Perayaan Natal Oikumene itu adalah Kasih, membangun kesadaran, dan membangun keyakinan semua akan pentingnya kasih. Karena itu, perayaan natal adalah perayaan kasih.

“Kasih harus menembus berbagai peluang untuk bisa terus kemana-mana untuk bisa mengasihi sesamanya. Kita saling mengasihi sesama kita, saling menghormati satu dengan yang lain, dan kita tidak boleh memaki satu dengan yang lain,” kata Lebu Raya dalam sambutannya saat Perayaan Natal Oikumene di Kupang, Jumat (6/1/2017).

Gubernur Lebu Raya menambahlan, perayaan Natal Oikumene tersebut merupakan idealisme dan kesadaran mengenai pentingnya merawat kerukunan dan persatuan dalam keberagaman, menyiratkan semangat kemajemukan dalam acara natal tersebut.

Baca : Perayaan Natal Oekumene NTT 2016 Diwarnai Kegiatan Sosial

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Natal Oikumene di NTT, Pdt. Johny E. Riwu Tadu, S.Th menjelaskan dalam perayaan natal tahun ini bukan saja melibatkan Majelis Sinode GMIT, Keuskupan Agung Kupang, dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur seperti biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga gereja-gereja kristen lainnya, bahkan agama lainnya.

“Kita bukan fokus saja pada Ibadah dan Perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2017, tetapi juga akan dilaksanakan berbagi aktivitas yang merupakan bentuk kepedulian kasih dalam bentuk donor darah, bantuan kepada panti asuhan, dan keluarga korban penggusuran di Oebufu dan Oesapa,” kata Johny.

Perayaan Natal Oikumene tersebut bertujuan sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkembangkan toleransi, dedikasi, motivasi serta semangat juang dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial gereja dan pengabdian kepada masyarakkat. Selain itu, Perayaan Natal Oikumene juga sebagai wujud idealisme dan kesadaran mengenai pentingnya merawat kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.

Dia menambahkan, peserta Perayaan Natal Oikumene tahun 2016 diantaranya gubernur dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, Sekretaris Daerah, Pimpinan SKPD dan PNS Provinsi NTT, Uskup Agung Kupang, Rohaniwan/Rohaniwati, OMK dan umat di Keuskupan Agung Kupang, Ketua Sinode GMIT, para pendeta dan jemaat dalam lingkup GMIT dan Denominasi Kristen lainnya. Selain itu, para undangan baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang seluruhnya berjumlah 1.500 orang.